Lewati ke konten

BEM FISIP USK Gelar SKARSIP, Siapkan Mahasiswa Jadi Pemimpin Masa Depan

Redaksi 11 September 2026 · 23:30 WIB
Bagikan
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID
Gabung

Banda Aceh, MediaKontras.id |  Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (BEM FISIP USK) melalui Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) menyelenggarakan Sekolah Kader FISIP (SKARSIP) dengan mengusung tema “Menempa Diri Hari Ini, Menjadi Pemimpin Esok Hari”.

SKARSIP menjadi ruang kaderisasi yang dirancang untuk membentuk mahasiswa FISIP agar tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual, karakter, integritas, kemampuan komunikasi, serta keberanian mengambil peran.

Sebagai sekolah kaderisasi pertama di lingkungan FISIP USK, SKARSIP diarahkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar, berproses, dan mengembangkan kapasitas diri. Peserta akan dibekali dengan kemampuan berpikir kritis, memahami persoalan publik, melatih kepemimpinan, membangun komunikasi, serta mengambil sikap dan keputusan melalui proses kaderisasi yang berkelanjutan.

Ketua Panitia SKARSIP, Farid Putra Farisqi, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi peserta untuk terus mengembangkan potensi diri sekaligus mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

“Dengan adanya kegiatan ini, semoga kita bisa mengubah pribadi yang sudah baik menjadi lebih baik lagi ke depannya. Kita juga berharap proses yang kita jalani di sini dapat membantu menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan yang akan kita temui nantinya,” ujar Farid.

Menurutnya, berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh peserta selama mengikuti SKARSIP diharapkan dapat menjadi bekal dalam menjalani proses organisasi maupun kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Kepala Departemen PSDM BEM FISIP USK, Muhammad Alfatul Auliadi, menyampaikan bahwa SKARSIP dibangun sebagai ruang bagi mahasiswa untuk belajar, ditempa, dan dibina melalui proses kaderisasi.

“Inilah wadah tempat kita belajar, ditempa, dan dibina. Setelah forum ini, masih ada tiga tahapan pertemuan yang harus teman-teman lalui. Saya berharap teman-teman bisa memanfaatkan forum ini semaksimal mungkin,” kata Alfatul.

Ia mendorong peserta agar tidak takut melakukan kesalahan maupun mencoba hal-hal baru selama mengikuti proses kaderisasi.

“Jangan takut untuk salah dan jangan takut untuk mencoba. Pemimpin yang hebat tidak lahir dari orang yang selalu benar, tetapi dari mereka yang berani mencoba dan belajar dari kesalahan. Dari kesalahan itulah akan lahir pengalaman, dan pengalaman tersebut nantinya menjadi bekal untuk menghadapi tantangan yang lebih besar ke depan,” ujarnya.

Alfatul juga menekankan bahwa identitas FISIP sebagai leader bagi fakultas lain tidak seharusnya berhenti sebagai slogan. Menurutnya, predikat tersebut harus dibuktikan melalui kapasitas dan kontribusi nyata mahasiswa.

“Kalau FISIP dikenal sebagai leader bagi fakultas lain, jangan sampai itu hanya menjadi slogan. Melalui forum inilah teman-teman belajar bagaimana menjadi leader yang ideal. Kita belajar memimpin diri sendiri, memimpin kelompok, membaca keadaan, dan mengambil peran sebagai mahasiswa,” katanya.

Ia berharap proses kaderisasi tersebut dapat melahirkan mahasiswa yang mampu menjadi penerus dan memberikan kontribusi bagi kemajuan FISIP USK.

Apresiasi terhadap pelaksanaan SKARSIP juga disampaikan Ketua BEM FISIP USK, Hanif Al-Hafif. Ia mengapresiasi langkah cepat Departemen PSDM dalam merealisasikan program tersebut.

Menurut Hanif, persiapan kegiatan yang dilakukan dalam waktu relatif singkat namun tetap mampu dikemas dengan konsep yang matang menunjukkan keseriusan dan kerja keras panitia dalam menghadirkan ruang kaderisasi bagi mahasiswa FISIP.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan FISIP USK, Dr. Masrizal, S.Sos.I., M.A., menegaskan bahwa SKARSIP harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan berproses.

Menurutnya, proses yang dijalani peserta dalam sekolah kader tersebut merupakan bagian dari persiapan untuk menghadapi tanggung jawab kepemimpinan di masa mendatang.

“Di sinilah tempat kita belajar dan berproses. Teman-teman ditempa dan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin di hari yang akan datang. Tetapi proses ini tentu harus menghasilkan sesuatu,” ujar Masrizal.

Ia juga meminta agar hasil dari proses kaderisasi tersebut dapat terlihat setelah seluruh rangkaian SKARSIP selesai.

“Karena itu, nanti saya akan menagih kepada Muhammad Alfatul Auliadi selaku Ketua Bidang PSDM, apa yang telah dihasilkan dari Sekolah Kader ini setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai,” katanya.

Masrizal menilai keberhasilan SKARSIP tidak semata-mata diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi dari perubahan yang terjadi pada peserta setelah mengikuti seluruh proses kaderisasi.

Perubahan tersebut antara lain keberanian menyampaikan pendapat, kemampuan berpikir kritis dalam membaca persoalan, kematangan mengambil keputusan, serta kesadaran untuk mengambil peran dalam organisasi maupun masyarakat.

SKARSIP diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun tradisi kaderisasi di lingkungan FISIP USK. Melalui proses tersebut, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi organisatoris yang aktif, tetapi juga individu yang memiliki kapasitas, integritas, dan tanggung jawab sosial.

Dengan demikian, tema “Menempa Diri Hari Ini, Menjadi Pemimpin Esok Hari” menjadi refleksi bahwa kepemimpinan tidak lahir secara instan, melainkan dibangun melalui proses belajar, keberanian mencoba, pengalaman, dan kesediaan mengambil tanggung jawab.

Topik
Bagikan