Lewati ke konten

BNN Langsa Perkuat Sinergi Dunia Usaha, Dorong Kawasan Rawan Narkoba Jadi Mandiri dan Berdaya Saing

Rapian Rapian 24 September 2026 · 17:52 WIB
Bagikan
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID
Gabung

MediaKontras.id | Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Langsa terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Kerja dalam rangka Sinergi Program Pemberdayaan Alternatif dengan Stakeholder, diikuti 20 peserta dari berbagai unsur dan pemangku kepentingan, di Goall Coffee Langsa, Kamis, 24 September 2026.

Kepala BNN Kota Langsa, Hasnanda Putra, ST, MM, MT, yang diwakili Plh. Kasubbag Umum BNN Kota Langsa, Muhammad Akbar Tirtana, SE, menegaskan bahwa program pemberdayaan alternatif tidak hanya sebatas memberikan keterampilan kepada masyarakat, tetapi harus mampu membuka jalan menuju kemandirian ekonomi dan peningkatan daya saing masyarakat di kawasan rawan narkoba.

“Pemberdayaan alternatif harus mampu menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat. Karena itu, sinergi dengan dunia usaha menjadi penting agar keterampilan yang diberikan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari dunia usaha, perguruan tinggi, pemerintah daerah, lembaga masyarakat hingga stakeholder lainnya.

Dikesempatan sama, Katim Dayamas BNN Kota Langsa, Henny Puspa, SKM, menyampaikan bahwa rapat kerja tersebut menjadi wadah untuk membangun kesamaan persepsi sekaligus merumuskan bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan dalam mendukung program pemberdayaan alternatif.

“Kegiatan menghadirkan dua narasumber dari unsur akademisi serta pemerintahan yang membidangi koperasi dan ketenagakerjaan,” katanya.

Narasumber pertama, Kepala UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Universitas Samudra, Dr. Ir. Banta Cut, ST, MT, menyampaikan materi bertema “Sinergi Dunia Usaha Pemberdayaan Alternatif: Mewujudkan Kawasan Rawan Narkoba Menjadi Kawasan Mandiri dan Berdaya Saing.”

Banta Cut menekankan pentingnya membangun ekosistem pemberdayaan yang mampu menghubungkan potensi masyarakat dengan kebutuhan pasar dan dunia usaha.

Menurutnya, masyarakat di kawasan rawan narkoba perlu diberikan ruang dan pendampingan untuk mengembangkan potensi lokal sehingga mampu menciptakan sumber penghasilan yang produktif serta berkelanjutan.

“Pemberdayaan masyarakat akan lebih efektif apabila didukung pemetaan potensi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan, akses permodalan, pemasaran, serta kemitraan dengan dunia usaha,” jelasnya.

Sementara itu, narasumber kedua, Pengawas Koperasi Ahli Muda DPMPTSP Kota Langsa, Faisal Rozi, SE, MH, membawakan materi “CSR Berkelanjutan: Peran Strategis Dunia Usaha dalam Pencegahan Narkotika melalui Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.”

Faisal menjelaskan, program Corporate Social Responsibility (CSR) dapat diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah yang membutuhkan penguatan ketahanan sosial dan ekonomi.

“CSR tidak hanya dipandang sebagai bentuk bantuan, tetapi dapat menjadi instrumen kolaborasi jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, membuka peluang usaha, dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Katim Humas BNN Kota Langsa, Islamsyah MTA, ST, menyampaikan bahwa keterlibatan dunia usaha dalam program P4GN memiliki posisi strategis.

Dukungan dunia usaha melalui CSR, kemitraan usaha, pelatihan life skill, pemasaran produk hingga pengembangan kewirausahaan dinilai dapat menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri dan memiliki ketahanan terhadap ancaman narkotika.

Melalui rapat kerja tersebut, BNN Kota Langsa berharap terbangun komitmen bersama antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, lembaga masyarakat dan stakeholder lainnya untuk menjadikan pemberdayaan ekonomi sebagai salah satu kekuatan dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

“Pemberdayaan bukan sekadar memberikan keterampilan, tetapi menciptakan kemandirian. Ketika masyarakat memiliki keterampilan, peluang usaha, pendapatan dan masa depan yang lebih baik, maka ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkotika juga semakin kuat,” tutupnya. [ian]

Bagikan