Diduga Salah Sasaran, Pengelola Dapur MBG di Cipatat jadi Korban Penganiayaan

Tangkapan layar CCTV memperlihatkan dua terduga pelaku mengenakan jaket saat melakukan penganiayaan terhadap Kepala KSPPG di kawasan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (2/5/2026). Pelaku diduga menggunakan benda menyerupai tongkat (double stick) hingga menyebabkan luka di bagian kepala korban.

Diduga Salah Sasaran, Pengelola Dapur MBG di Cipatat jadi Korban Penganiayaan

Tangkapan layar CCTV memperlihatkan dua terduga pelaku mengenakan jaket saat melakukan penganiayaan terhadap Kepala KSPPG di kawasan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (2/5/2026). Pelaku diduga menggunakan benda menyerupai tongkat (double stick) hingga menyebabkan luka di bagian kepala korban.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

Bandung Barat, MediaKontras.id | Seorang Kepala Kesatuan Pelayanan Gizi (KSPPG) sekaligus pengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) Khatami menjadi korban dugaan penganiayaan oleh dua pria di kawasan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (2/5/2026) sekitar pukul 20.45 WIB.

Peristiwa terjadi di area dapur tempat korban bekerja. Saat itu, korban tengah berada di teras bersama seorang penanggung jawab dapur (PIC) dari pihak mitra.

Menurut keterangan korban, sebuah mobil berwarna hitam jenis Toyota Avanza masuk ke area dapur. PIC kemudian menghampiri kendaraan tersebut. Tak lama kemudian, dua pria keluar dari mobil dan langsung melakukan pemukulan terhadap PIC sambil memanggil nama seseorang.

“PIC sempat melarikan diri ke dalam dapur dan menutup pintu. Setelah itu, kedua pelaku beralih menyerang saya,” ujar korban.

Korban mengaku telah berusaha menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui persoalan yang dimaksud oleh pelaku. Namun, penjelasan tersebut tidak diindahkan.

“Saya sudah bilang tidak tahu apa-apa, bahkan sambil mengangkat tangan. Tapi mereka tetap memukul saya,” katanya.

Korban sempat mencoba melarikan diri, namun dikejar dan kembali mengalami pemukulan. Ia menyebut mengalami luka di bagian kepala setelah dipukul menggunakan benda yang diduga tongkat.

 

 

“Korban mengalami pembengkakan di kepala akibat dipukul menggunakan benda yang diduga double stick,” ujarnya.

 

Aksi penganiayaan tersebut terhenti setelah warga sekitar mulai berdatangan ke lokasi. Korban kemudian menyelamatkan diri ke rumah relawan terdekat untuk meminta pertolongan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden ini diduga berkaitan dengan persoalan proyek di luar aktivitas dapur antara pelaku dan pihak mitra. Pelaku juga disebut sempat mengancam akan merusak fasilitas dapur sebelum kejadian berlangsung.

Korban telah menjalani visum di salah satu rumah sakit di wilayah Bandung Barat dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian setempat.

Terkait identitas pelaku, korban menyebut salah satu terduga merupakan oknum anggota TNI, sementara satu lainnya adalah warga sipil.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut.

Topik