Doa Tulak Bala di Sungai Pauh Tanjong, Menjunjung Tinggi Khazanah Adat Aceh

Tampak warga Gampong Sungai Pauh Tanjong saat menghadiri doa tulak bala sebagai khazanah Adat istiadat Aceh, di Dusun Makmur setempat, Minggu, 9 Agustus 2026. Foto : MediaKontras.id/Rapian.

Doa Tulak Bala di Sungai Pauh Tanjong, Menjunjung Tinggi Khazanah Adat Aceh

Tampak warga Gampong Sungai Pauh Tanjong saat menghadiri doa tulak bala sebagai khazanah Adat istiadat Aceh, di Dusun Makmur setempat, Minggu, 9 Agustus 2026. Foto : MediaKontras.id/Rapian.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

MediaKontras.id | Puluhan warga Gampong Sungai Pauh Tanjong, Kecamatan Langsa Barat, berkumpul dalam suasana penuh kebersamaan untuk melaksanakan doa tulak bala, di Dusun Makmur gampong setempat, Minggu, 9 Agustus 2026.

Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun tersebut diisi dengan zikir, pembacaan Yasin, serta doa bersama sebagai ikhtiar memohon keselamatan dan perlindungan kepada Allah SWT bagi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Dusun Makmur itu tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam menjaga dan melestarikan khazanah adat istiadat Aceh yang telah diwariskan oleh para orang tua terdahulu.

Tokoh masyarakat Tgk. Syurbaini mengatakan, doa tulak bala merupakan tradisi masyarakat yang dilaksanakan secara bersama-sama dengan membaca zikir dan Yasin serta memanjatkan doa kepada Allah SWT.

“Doa tulak bala ini bertujuan memohon agar kampung dan masyarakat terhindar dari berbagai musibah dan marabahaya. Di sisi lain, kegiatan ini juga merupakan bentuk kita menjunjung tinggi khazanah adat istiadat Aceh yang diwariskan secara turun-temurun,” ujarnya.

Menurutnya, tradisi tersebut memiliki nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang kuat. Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk terus mempertahankan tradisi tersebut agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

“Ini warisan orang tua kita terdahulu. Kita sebagai generasi penerus harus menjaganya agar tetap hidup dan dapat dilaksanakan oleh generasi-generasi berikutnya,” tambah Tgk. Syurbaini yang akrab disapa Tgk Acun.

Sementara itu, Geuchik Gampong Sungai Pauh Tanjong, Raja Syahputra, SE, M.Si, mengatakan kegiatan doa tulak bala merupakan agenda yang terus dijaga masyarakat dan dilaksanakan setiap tahun.

“Hari ini puluhan warga datang dengan membawa makanan dan berkumpul bersama untuk membacakan doa demi keselamatan kampung. Tradisi doa tulak bala ini memang sudah dilaksanakan dari tahun ke tahun,” kata Raja Syahputra yang baru terpilih sebagai geuchik itu.

Ia menjelaskan, selain sebagai bentuk ikhtiar memohon perlindungan kepada Allah SWT, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarmasyarakat.

“Alhamdulillah, masyarakat cukup antusias. Mereka datang secara berbondong-bondong ke Dusun Makmur untuk mengikuti doa tulak bala. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat terhadap kampungnya,” ujarnya.

Pelaksanaan doa tulak bala pun berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Warga duduk bersama, mengikuti rangkaian zikir dan Yasin, kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Imum Chik Gampong, Tgk Hanafiah.

Tradisi tersebut menjadi gambaran bahwa adat dan agama berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat Aceh. “Di tengah perubahan zaman, masyarakat Sungai Pauh Tanjong berupaya mempertahankan warisan leluhur sekaligus memperkuat tali silaturahmi dan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” tandasnya.[ian]