Lewati ke konten

Gampong Sungai Pauh Firdaus Gelar Kenduri Maulid Kuah Beulangong dan Santuni 16 Anak Yatim

Rapian Rapian 25 Oktober 2026 · 19:30 WIB
Bagikan
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID
Gabung

MediaKontras.id | Gampong Sungai Pauh Firdaus, Kecamatan Langsa Barat, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Tradisi kenduri ala prasmanan dengan sajian khas kuah beulangong, hasil gotong royong warga menjadi warna tersendiri dalam perayaan yang sarat nilai keislaman dan kepedulian sosial, di Mushala Al-Firdaus, Minggu, 25 Oktober 2026.

Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S Putra SE, beserta rombongan turut hadir dan membaur bersama masyarakat. Kehadiran orang nomor satu di Kota Langsa itu menambah semarak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah dan warga.

Hadir juga Ketua KNPI Kota Langsa, Dr Rizki Maulana serta punggawanya, Kadisporparekraf, Maimun, Camat Langsa Barat, Andre Isvani serta undangan lainnya.

Geuchik Gampong Sungai Pauh Firdaus, Rizal Jasnun, S.Pd, mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, meneladani akhlaknya, serta merawat semangat persaudaraan dan gotong royong di tengah masyarakat.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah momentum bagi kita untuk meneladani akhlak Rasulullah, memperkuat syiar Islam, dan merawat kebersamaan. Terima kasih kepada seluruh warga yang telah bergotong royong memasak kuah beulangong dan menyukseskan kenduri hari ini,” ujarnya.

Menurutnya, tradisi kenduri yang dilaksanakan secara prasmanan mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat. Warga bahu-membahu mempersiapkan hidangan khas Aceh tersebut, kemudian menyajikannya untuk dinikmati bersama dalam suasana penuh kekeluargaan.

Aroma kuah beulangong yang menguar di tengah gampong seolah menjadi penanda bahwa Maulid bukan hanya tentang mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai kasih sayang, persaudaraan, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, Rizal Jasnun mengatakan di tengah kemeriahan kenduri, kepedulian terhadap anak yatim menjadi salah satu bagian penting dalam peringatan Maulid Nabi di Gampong Sungai Pauh Firdaus.

Sebanyak 16 anak yatim menerima santunan sebesar Rp250.000 per anak. Dana tersebut bersumber dari Baitul Mal sebesar Rp100.000 dan swadaya masyarakat sebesar Rp150.000 untuk setiap penerima, sehingga total santunan yang disalurkan mencapai Rp4 juta.

“Selain santunan uang tunai, masing-masing anak yatim juga menerima bingkisan nasi kulah dengan lauk kuah beulangong sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang masyarakat,” ucapnya.

Penyaluran santunan ini menjadi wujud nyata bahwa semangat Maulid Nabi tidak berhenti pada lantunan selawat dan pelaksanaan kenduri, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama, terutama anak-anak yang membutuhkan perhatian bersama.

Sementara itu, Tgk. Ahsanur Rifqi, M.Pd atau yang akrab disapa Tgk. Imum, selaku Imum Gampong Sungai Pauh Firdaus, berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.

“Semoga melalui kenduri dan doa bersama hari ini, Gampong Sungai Pauh Firdaus semakin diberkahi, serta kepedulian kita terhadap anak-anak yatim terus terjaga,” tuturnya.

Ia berharap kebersamaan yang terbangun melalui peringatan Maulid dapat terus dipelihara, tidak hanya pada momentum hari besar Islam, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Gampong Sungai Pauh Firdaus pun menjadi gambaran indah tentang bagaimana syiar Islam, tradisi lokal, semangat gotong royong, dan kepedulian sosial dapat berpadu dalam satu perayaan.

“Di antara hidangan kuah beulangong dan doa-doa yang dipanjatkan, tersimpan pesan luhur: meneladani Rasulullah SAW berarti menghadirkan kasih sayang, mempererat persaudaraan, serta tidak melupakan mereka yang membutuhkan uluran tangan,” pungkasnya. [ian]

Bagikan