MediaKontras.id | Prestasi membanggakan kembali mengharumkan nama Kota Langsa, di kancah internasional. Sakhiya Aufa, 11, qariah cilik asal Gampong Sukarejo, Kecamatan Langsa Timur, berhasil meraih Juara 2 pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Majlis Ihtifal Ilmi Sekolah Rendah Agama (MIISRA) Tahun 2026 di Malaysia.
Sakhiya, yang merupakan santri kelas 1 MTs Dayah Nurul Hikam Al-Waliyah, tampil pada cabang Tilawah Anak-Anak Putri kategori usia di bawah 12 tahun. Dalam kompetisi tersebut, ia menjadi salah seorang peserta yang mewakili Indonesia dan bersaing dengan qari dan qariah muda dari sejumlah negara.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga dan masyarakat Kota Langsa. Di usia yang masih belia, Sakhiya mampu menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan lantunan suara yang merdu sekaligus membawa nama daerah hingga ke panggung Internasional.
Ayah sekaligus guru Al-Qur’an Sakhiya, Tgk. Nasruddin, M.Pd, Rabu, 7 Oktober 2026 mengaku bersyukur atas prestasi yang diraih putrinya. Ia menyebut keberhasilan tersebut tidak terlepas dari doa, bimbingan para guru, serta kesungguhan Sakhiya dalam mempelajari Al-Qur’an.
“Alhamdulillah, ini semua berkat doa dan bimbingan para guru. Semoga prestasi yang diraih Sakhiya Aufa dapat menambah semangat ananda untuk terus belajar Al-Qur’an dengan tekun dan istiqamah,” ujarnya.
Menurut Tgk. Nasruddin, capaian tersebut merupakan anugerah Allah SWT sekaligus buah dari ikhtiar dan kerja keras yang dilakukan secara bersama-sama. Ia berharap keberhasilan Sakhiya tidak membuatnya cepat berpuas diri, tetapi justru menjadi pijakan untuk terus mengasah kemampuan tilawah.
MTQ MIISRA 2026 berlangsung pada 3–8 Oktober 2026 di Kompleks Darul Quran JAKIM (Jabatan Kemajuan Islam Malaysia), Kuala Kubu Bharu, Selangor, Malaysia.
Ajang tersebut diikuti peserta dari berbagai negeri di Semenanjung Malaysia serta sejumlah negara ASEAN, di antaranya Brunei Darussalam dan Singapura. Kehadiran Sakhiya sebagai wakil Indonesia sekaligus peraih Juara 2 menjadi catatan prestasi tersendiri bagi generasi muda Qur’ani asal Aceh.
Masih kata, Tgk. Nasruddin, prestasi tersebut bukan sekadar tentang sebuah piala atau peringkat juara. Lebih dari itu, keberhasilan Sakhiya menjadi bukti bahwa anak-anak Aceh, khususnya dari Kota Langsa, mampu bersaing dan mengukir prestasi di tingkat internasional melalui kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Ia berharap prestasi Sakhiya dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya untuk mulai mencintai Al-Qur’an sejak usia dini.
“Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi generasi Qur’ani lainnya untuk terus mencintai dan mempelajari Al-Qur’an sejak usia dini,” tandasnya.
Dari Gampong Sukarejo, Langsa Timur, suara merdu Sakhiya menembus batas negeri—membawa nama Langsa, Aceh, dan Indonesia ke panggung MTQ internasional. [ian]

