MediaKontras.id | Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa terus memantapkan langkah transformasi kelembagaan menuju Universitas Islam Negeri (UIN) Zawiyah Cot Kala Langsa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kelembagaan yang berlangsung di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe pada 2–3 Juni 2026.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Rektor IAIN Langsa, Prof. Dr. H. Ismail Fahmi Arrauf NST, M.A., didampingi Wakil Rektor I Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, M.A., Wakil Rektor II Dr. T. Wildan, M.A., Kepala Biro AUAK Drs. H. Amrun Saleh, M.A., serta tim transformasi dan penyusun borang alih status IAIN Langsa.
Rektor IAIN Langsa menyampaikan bahwa kunjungan dan FGD ini merupakan bagian dari upaya memperkuat strategi percepatan transformasi kelembagaan, khususnya setelah usulan perubahan bentuk IAIN Langsa menjadi UIN saat ini telah memasuki tahapan pembahasan di Kementerian PAN-RB.
“FGD ini sangat penting untuk memperoleh pembelajaran langsung dari UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe yang baru saja berhasil melewati proses transformasi. Kami ingin mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif terkait tahapan akhir transformasi, tantangan yang dihadapi, serta strategi yang efektif dalam mengawal proses hingga memperoleh persetujuan pemerintah pusat,” ujar Rektor.
Dalam diskusi yang berlangsung konstruktif tersebut, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari penguatan roadmap transformasi, tata kelola kelembagaan pasca perubahan bentuk, pengembangan program studi multidisipliner, penguatan sumber daya manusia, hingga strategi membangun dukungan lintas kementerian dan pemangku kepentingan.
Menurut Rektor, transformasi IAIN Langsa menjadi UIN Zawiyah Cot Kala Langsa bukan sekadar perubahan nomenklatur, melainkan langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi Islam yang lebih inklusif, integratif, dan berdaya saing dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta pembangunan daerah.
“Kami melihat transformasi ini sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Aceh. Karena itu, setiap tahapan harus dipersiapkan secara matang agar transformasi yang dilakukan benar-benar menghasilkan penguatan kualitas akademik, kelembagaan, dan kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat,” tambahnya.
IAIN Langsa juga menyampaikan apresiasi kepada UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe atas sambutan hangat, keterbukaan, dan berbagai pengalaman berharga yang dibagikan selama pelaksanaan FGD.
Melalui kegiatan ini, IAIN Langsa berharap memperoleh berbagai masukan strategis yang dapat menjadi bahan penyempurnaan langkah percepatan transformasi menuju UIN Zawiyah Cot Kala Langsa serta memperkuat sinergi antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi Islam di Indonesia. [ian]






