Jeffry Sentana Telusuri Krueng Langsa Upayakan Normalisasi

Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S Putra bersama tim BPBD Kota Langsa saat menyusuri Krueng Langsa sebagai upaya normalisasi hempang banjir susulan, Kamis, 21 Mei 2026, Foto/ist.

Jeffry Sentana Telusuri Krueng Langsa Upayakan Normalisasi

Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S Putra bersama tim BPBD Kota Langsa saat menyusuri Krueng Langsa sebagai upaya normalisasi hempang banjir susulan, Kamis, 21 Mei 2026, Foto/ist.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

MediaKontras.id | Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S Putra SE, telusuri Daerah Aliran Sungai (DAS) Langsa yang kerab sekali terjadi banjir, bahkan pengalaman pahit akhir November 2025 lalu mengakibatkan bencana banjir laut biasa dengan mengupayakan normalisasi.

Oleh karena, orang nomor satu di Kota Langsa bersama tim BPBD Kota Langsa dan lintas instansi menyusuri Krueng Langsa sebagai aksi tanggap darurat dan melihat langsung kondisi riil pendangkalan, penyumbatan sampah, dan kerusakan tanggul yang kerap menjadi pemicu luapan air ke pemukiman warga, Kamis, 21 Mei 2026 kemarin.

Langkah mulia ini bukan sekadar memantau dari balik meja, aksi menyusuri sungai ini menjadi bukti komitmen kepemimpinan yang responsif dan berorientasi pada keselamatan warganya.

Giat preventif ini dinilai jauh lebih efektif dan menghemat anggaran daerah dibandingkan penanganan pascabencana yang tentunya warga memberikan apresiasi tinggi karena merasa keluhan mereka selama musim hujan langsung direspons dengan tindakan nyata di lapangan.

Selain Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra, SE, didampingi Plt. Kalaksa BPBD Kota Langsa dr. Muhammad Yusuf Akbar, MKM, Kepala Dinas PUPR, Plt. Dirut PDAM, para Camat se-Kota Langsa, dan Pj Geuchik Pondok Kemuning turun langsung meninjau Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Langsa.

Ia menyampaikan bahwa baik sekali kegiatan peninjauan ini dilakukan,
kedatangan para pejabat dan petugas langsung ke lokasi sangat penting untuk mengetahui kondisi sungai secara nyata.

“Kalau nanti memang diperlukan pengerukan, semoga prosesnya bisa berjalan lancar dan cepat selesai, agar risiko banjir di masa depan bisa berkurang dan warga sekitar lebih aman,” ujar Jeffry optimis.

Telusuri sungai ini memastikan apakah ada kondisi lain yang terlihat di lokasi selain kedalaman sungai, misalnya banyaknya sampah atau endapan lumpur.

“Ternyata endapan lumpur dan tanah sudah sangat banyak sampai menggunung, pantas saja kedalaman sungai berkurang drastis,” ungkapnya.

Jeffry juga memberikan tugas pada Kadis PUPR untuk mengajukan kegiatan pengerukan serta menetapkan ukuran standar lebar sungai kira-kira sepuluh meter dan menghitung biaya dan kebutuhan alat berat itu akan menjadi langkah yang sangat tepat dan terencana.

“Kalau pakai dua atau tiga alat berat sekaligus, pekerjaan akan jauh lebih cepat selesai dan hasilnya pun lebih maksimal,” urai Jeffry.

Tak hanya itu Wali Kota Langsa juga memerintahkan untuk membuat perhitungan perkiraan berapa total panjang bagian sungai yang akan dikeruk nantinya.

Kemudian, hasil penelusuran sungai ini masuk wilayah pengelolaan Provinsi Aceh, maka memang perlu untuk Pemko Langsa mengajukan permohonan dukungan, baik dari segi anggaran APBD maupun bantuan dari pemerintah pusat.

“Semoga permohonan ini mendapat tanggapan positif dari Gubernur Acah dan pihak terkait, sehingga proses pengerukan bisa segera disetujui dan dilaksanakan demi antisipasi banjir susulan,” katanya.

Sementara itu, Plt. Kalaksa BPBD Kota Langsa Dr. Muhammad Yusuf Akbar, MKM, menjelaskan bahwa peninjauan dilakukan untuk memetakan titik-titik tumpukan sampah dan bambu yang menghambat aliran sungai.

Hasil pemetaan akan menjadi dasar pelaksanaan telusuri sungai guna persiapan antisipasi banjir dan melihat kondisi pendangkalan sungai.

“Sepanjang aliran sungai yang dianggap penting akan menjadi fokus utama demi kenyamanan dan keamanan masyarakat, meski anggaran daerah terbatas,” paparnya.

Pemko Langsa juga terus mengevaluasi pemukiman warga di kawasan bantaran sungai yang kerap terdampak banjir kiriman dari hulu ke hilir. Masyarakat diimbau tetap waspada dan siaga.

“Saat ini dapat kita tangani akan segera kita tangani, yang belum tertangani oleh daerah akan kita laporkan ke provinsi, bahkan kita koordinasikan dengan pemerintah pusat,” terangnya.

Pemko Langsa mengajak seluruh warga meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan menyiapkan langkah darurat bila terjadi banjir, keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan adalah prioritas utama.

“Jangan buang sampah ke aliran sungai agar risiko serta dampak banjir dapat diminimalisir,” tandasnya. [ian]