Mediakontras.id | Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) melalui Direktorat Penerbitan dan Fotografi menggelar pelatihan bertajuk “Cerita Pulih: Pelatihan Fotografi dan Storytelling” di WD Coffee, Karang Baru, Aceh Tamiang, Rabu (27/8/2026).
Kegiatan ini bertujuan mendorong pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana melalui pendekatan ekonomi kreatif.
Acara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar, bersama Direktur Penerbitan dan Fotografi Kemenekraf, Iman Santosa.
Pelatihan ini diikuti 70 fotografer dan videografer lokal yang membekali diri dengan materi teknik fotografi, penulisan narasi (storytelling), hingga strategi komersialisasi karya lewat platform stock photography dan media sosial.
Direktur Penerbitan dan Fotografi Kemenekraf, Iman Santosa, menjelaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak sebatas fisik atau infrastruktur, tetapi juga mencakup kapasitas dan produktivitas warga.
Melalui program ini, masyarakat didorong menjadi subjek utama yang merekam perjalanan bangkit mereka menjadi karya bernilai ekonomi.
“Pengalaman masyarakat menghadapi bencana dapat diolah menjadi karya kreatif yang bernilai sekaligus membuka peluang ekonomi baru di daerah terdampak,” ujar Iman.
Apresiasi senada disampaikan Sekda Aceh Tamiang, Syuibun Anwar.
Ia menilai pelatihan ini menjadi momentum penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kreator lokal untuk bangkit bergerak memperkuat perekonomian daerah.
Ia meminta para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut secara optimal untuk menghasilkan produk visual yang berdaya saing.
Pelatihan praktik ini turut didukung oleh Xiaomi Indonesia yang menyediakan perangkat telepon seluler bagi peserta selama kegiatan berlangsung, serta memberikan doorprize untuk karya terbaik.
Sebelumnya kegiatan ini dilaksanakan di Aceh Tamiang, program “Cerita Pulih” telah digelar di Padang Pariaman pada 20 Agustus 2026 dan dijadwalkan berlanjut ke Tapanuli Selatan pada 17 September 2026. *****
