KSPPG Asal Aceh jadi Korban Penganiayaan di Bandung Barat, Staf DPD RI Desak Penegakan Hukum

KSPPG Asal Aceh jadi Korban Penganiayaan di Bandung Barat, Staf DPD RI Desak Penegakan Hukum

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

Marwah KSPPG dan Kasus Penganiayaan di Bandung Barat

Bandung Barat, MediaKontras.id | Staf Ahli Anggota DPD RI asal Aceh, Rahmat Razi Aulia (MC Razi), mengecam keras dugaan penganiayaan terhadap seorang pemuda Aceh, Muhammad Khatami Maulana, di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (2/5/2026) malam. Ia mendesak aparat penegak hukum segera bertindak tegas dan transparan mengusut kasus tersebut.

Korban yang diketahui bertugas sebagai Kepala SPPG di SPPG Rajamandala Kulon 2 diduga menjadi korban salah sasaran dalam aksi kekerasan yang dilakukan dua pria tak dikenal sekitar pukul 20.45 WIB.

MC Razi, yang mewakili Anggota DPD RI Dapil Aceh Azhari Cage dalam fungsi advokasi dan pengawasan, menegaskan tidak ada toleransi terhadap segala bentuk kekerasan, terlebih yang menimpa warga Aceh di perantauan.

“Tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan main hakim sendiri. Proses hukum harus ditegakkan secara adil, transparan, dan tanpa intervensi,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat sebuah mobil berwarna hitam memasuki area dapur SPPG Rajamandala Kulon 2. Saat itu, korban tengah berada di lokasi bersama seorang penanggung jawab dapur (PIC).

Dua pria kemudian turun dari kendaraan dan langsung melakukan pemukulan terhadap PIC sambil memanggil namanya. PIC sempat melarikan diri ke dalam dapur untuk menyelamatkan diri.

Namun, pelaku kemudian beralih menyerang korban. Meski telah menjelaskan tidak terkait dengan persoalan yang dicari pelaku, korban tetap menjadi sasaran pemukulan.

Korban sempat berusaha melarikan diri, tetapi dikejar dan kembali mengalami kekerasan. Aksi tersebut baru berhenti setelah warga sekitar berdatangan ke lokasi.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka terutama di bagian kepala dan telah mendapatkan penanganan medis.

MC Razi menilai peristiwa ini harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Ia meminta kasus tersebut ditangani secara profesional dan tanpa pandang bulu.

Menurutnya, setiap warga negara berhak mendapatkan rasa aman, termasuk warga Aceh yang bekerja di luar daerah.

“Atas nama perlindungan warga Aceh, kami akan terus mengawal kasus ini hingga korban mendapatkan keadilan,” ujarnya.

Topik