MediaKontras.id | Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa menggelar monitoring dan evaluasi (monev) tahun pertama penelitian bertajuk “Pengajaran Ekoteologi Berbasis Etnopedagogi di Pesantren”, Kamis, 29 Oktober 2026, di ruang LP2M IAIN Langsa.
Penelitian yang diketuai Prof. Mohd Nasir MA, bersama tim tersebut memperoleh dukungan pendanaan melalui Program MoRA The AIR Funds atau Pendanaan Riset Indonesia Bangkit, hasil kerja sama Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Kegiatan monev ini bertujuan untuk mengevaluasi kemajuan pelaksanaan penelitian, mengukur ketercapaian target luaran, serta memastikan keberlanjutan kegiatan riset pada tahun kedua.
Dalam pemaparannya, Prof. Mohd Nasir menjelaskan bahwa pelaksanaan penelitian pada tahun pertama secara umum berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Salah satu capaian penting adalah pengajuan naskah artikel ilmiah ke Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies (JCIMS), jurnal ilmiah internasional yang diterbitkan oleh Universitas Islam Negeri Sumatera Utara dan telah diterima untuk masuk dalam cakupan pengindeksan Scopus pada Juli 2026.
Selain publikasi ilmiah, tim peneliti juga tengah mempersiapkan sejumlah luaran lainnya, antara lain buku ber-ISBN, infografis, policy brief atau ringkasan rekomendasi kebijakan, naskah akademik, pengembangan konsep ekoteologi, serta model implementasi pelatihan ekoteologi.
Tim juga menargetkan pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), khususnya hak cipta, terhadap produk penelitian yang dihasilkan.
Menurut Prof. Nasir, kemajuan penyusunan sejumlah luaran tersebut telah mencapai sekitar 60 persen dari target yang direncanakan.
Penelitian ini mengkaji integrasi nilai-nilai teologis tentang pelestarian lingkungan dengan pendekatan etnopedagogi, yakni pembelajaran yang memanfaatkan kearifan lokal, tradisi, dan praktik budaya masyarakat sebagai sumber pengetahuan.
Melalui pendekatan tersebut, penelitian diarahkan untuk mengembangkan model pengajaran ekoteologi yang relevan dengan karakteristik pendidikan pesantren.
Pengembangan model ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan kepedulian terhadap lingkungan melalui proses pendidikan yang menghubungkan ajaran agama dengan praktik kehidupan sehari-hari.
Pada tahun kedua, tim peneliti merencanakan kunjungan lanjutan ke Pesantren Misykat Al-Anwar di Bogor, Jawa Barat. Kunjungan tersebut ditujukan untuk melengkapi pengumpulan data lapangan sekaligus mendukung penyempurnaan hasil penelitian.
Data tambahan yang diperoleh nantinya akan menjadi bagian penting dalam perampungan kajian serta pengembangan model pembelajaran dan pelatihan ekoteologi berbasis etnopedagogi.
Sementara itu, Ketua LP2M IAIN Langsa, Prof. Dr. H. Zulkarnaini Abdullah, dalam arahannya menekankan pentingnya penelitian yang tidak berhenti pada pemenuhan target administratif dan publikasi ilmiah semata.
Ia mengharapkan hasil penelitian tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penguatan pendidikan lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal.
Menurutnya, keberhasilan penelitian juga perlu dilihat dari kontribusi hasil riset terhadap pengembangan pengetahuan, praktik pendidikan, serta pemecahan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Oleh karena itu, berbagai luaran yang direncanakan, terutama model implementasi pelatihan ekoteologi dan rekomendasi kebijakan, diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk yang aplikatif dan dapat dimanfaatkan oleh lembaga pendidikan pesantren.
Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut turut dihadiri Sekretaris LP2M IAIN Langsa, Dr. Noviandy, M.Hum., serta Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan, Suhelayanti, M.Pd.I.
Melalui kegiatan ini, LP2M IAIN Langsa berupaya memastikan pelaksanaan penelitian berjalan sesuai dengan perencanaan, memiliki luaran yang terukur, dan mampu menghasilkan kontribusi akademik maupun sosial.
Sebagai informasi, MoRA The AIR Funds merupakan program pendanaan riset kolaboratif Kementerian Agama RI dan LPDP yang dirancang untuk memperkuat kualitas, kapasitas, serta daya saing penelitian di lingkungan perguruan tinggi keagamaan.
Program ini juga mendorong lahirnya penelitian yang mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, penyelesaian persoalan masyarakat, serta perumusan kebijakan berbasis hasil riset.
Melalui penelitian ekoteologi berbasis etnopedagogi ini, IAIN Langsa diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan model pendidikan pesantren yang mengintegrasikan nilai agama, kearifan lokal, dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. [ian]

