MediaKontras.id | Yayasan Mangrove Reserve Formation (MRF) di dukung KPH VII gelar diskusi dengan mahasiswa Universitas Samudra (Unsam) Langsa, di Mr. Kofie, Alur Dua, Langsa, Minggu, 25 Oktober 2026 lalu.
Dalam paparannya Co Founder MRF, Muhammad Rayyan Fallsa di dampingi Allya Takeisha Fallsa mengatakan diskusi berfokus pada pentingnya ekosistem mangrove bagi keberlangsungan kehidupan manusia dan keseimbangan alam.
Menurutnya, hutan mangrove memiliki fungsi ekologis yang signifikan, mulai dari melindungi kawasan pesisir dari abrasi, menyerap dan menyimpan karbon, menjaga habitat berbagai jenis satwa, hingga mendukung keberlangsungan sumber penghidupan masyarakat pesisir.
Selain membahas fungsi ekologis mangrove, pertemuan ini juga menyoroti tantangan pelestarian lingkungan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Generasi muda, termasuk mahasiswa, dipandang memiliki potensi besar untuk berkontribusi melalui pendidikan lingkungan, penelitian, peningkatan kesadaran masyarakat, serta keterlibatan langsung dalam kegiatan konservasi dan pemulihan ekosistem.
Melalui diskusi bersama mahasiswa Universitas Samudra, MRF menekankan bahwa upaya pelestarian alam tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau organisasi lingkungan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. “Kesadaran yang dibangun sejak dini, didukung pengetahuan ilmiah dan aksi nyata, menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Selanjutnya kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan membuka peluang kolaborasi antara yayasan dan lingkungan perguruan tinggi. Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat mendorong lahirnya gagasan, inisiatif, dan program yang mampu menghubungkan pengetahuan akademis dengan kebutuhan nyata di lapangan, khususnya dalam perlindungan dan pelestarian hutan mangrove di Aceh.
Bagi Mangrove Reserve Formation, pertemuan perdana ini merupakan bagian dari upaya membangun gerakan konservasi yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan ekosistem, tetapi juga pada penguatan kesadaran publik dan keterlibatan masyarakat. Perlindungan mangrove membutuhkan komitmen jangka panjang, kerja sama lintas sektor, serta generasi muda yang bersedia mengambil peran dalam menjaga kekayaan alam Indonesia.
Melalui kegiatan ini, “MRF berharap diskusi bersama mahasiswa Universitas Samudra dapat menjadi awal dari hubungan kolaboratif yang berkelanjutan, sekaligus mendorong semakin banyak generasi muda untuk mengambil bagian dalam menjaga hutan mangrove dan masa depan lingkungan pesisir Aceh,” tandasnya. [ian]

