Lewati ke konten

Raja Syahputra, Bendahara IKA Unsam : Gelar Sarjana Bukan Garis Finish

Rapian Rapian 13 Oktober 2026 · 16:45 WIB
Bagikan
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID
Gabung

— 163 Lulusan FEB Unsam Diwisuda —

MediaKontras.id | Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unsam, melalui
Bendaharanya, Raja Syahputra, SE, M.Si, mengatakan para lulusan tidak boleh menganggap yudisium maupun wisuda sebagai titik akhir perjuangan atau garis finish.

“Adik-adik alumni ini bukan berarti setelah yudisium sudah bebas dan lega. Ini merupakan permulaan dari perjuangan menuju masa depan,” kata Raja pada saat memberikan sambutan kepada para lulusan FEB Unsam, di Aula Multi Guna, Selasa, 13 Oktober 2026.

Ia juga mengingatkan para lulusan agar tetap menjaga nama baik almamater sekaligus aktif dalam organisasi alumni FEB Unsam.

Menurutnya, banyak tokoh yang lahir dari lingkungan Fakultas Ekonomi dan memiliki posisi strategis, termasuk di pemerintahan. Karena itu, para lulusan diharapkan dapat melanjutkan kontribusi melalui jaringan alumni dan memberikan pemikiran bagi kemajuan kampus.

“Adik-adik nantinya bisa langsung bergabung di lembaga alumni Fakultas Ekonomi untuk membersamai alumni-alumni lainnya dan menyumbangkan pokok pikiran bagi kemajuan kampus tercinta,” tuturnya.

Sementara, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Samudra (Unsam), Dr. Martahadi, M.Si, mengingatkan para wisudawan bahwa prosesi wisuda bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal untuk memasuki dunia pengabdian dan profesional.

“Mengajak para wisudawan tidak hanya bangga dengan gelar akademik yang diraih, tetapi juga mampu membuktikan kompetensi melalui karya dan kontribusi nyata di tengah masyarakat,” terang Dr. Martahadi.

Dimana hari ini adik-adik resmi menyandang gelar Sarjana Ekonomi, Sarjana Manajemen dan Sarjana Akuntansi. Gelar itu adalah tiket. Tapi ingat, tiket itu baru mengantarkan adik-adik ke pintu gerbang, bukan ke garis finish.

Menurutnya, dunia kerja tidak lagi hanya melihat capaian akademik atau indeks prestasi, tetapi lebih jauh menilai kemampuan seseorang dalam menyelesaikan persoalan dan memberikan kontribusi.

“Dunia di luar sana tidak lagi bertanya IPK adik-adik berapa. Dunia akan bertanya: apa yang bisa kamu selesaikan?” tegasnya.

Lulusan wisudawan FEB Unsam Periode II Tahun 2026, tercatat 163 lulusan dari tiga program studi. Rinciannya, Program Studi Manajemen sebanyak 74 orang, Ekonomi Pembangunan 51 orang, dan Akuntansi 38 orang.

Dari Program Studi Manajemen, sebanyak 55 lulusan atau 74,3 persen meraih predikat sangat memuaskan dan 19 orang atau 25,7 persen meraih predikat pujian. Rata-rata masa penyelesaian studi mencapai 4 tahun 10 bulan.

Sementara Program Studi Ekonomi Pembangunan meluluskan 51 mahasiswa, terdiri dari 26 orang atau 51 persen dengan predikat sangat memuaskan dan 25 orang atau 49 persen meraih predikat pujian. Rata-rata masa studi tercatat 4 tahun 6 bulan.

Adapun Program Studi Akuntansi meluluskan 38 orang. Sebanyak satu orang meraih predikat memuaskan, 20 orang sangat memuaskan dan 15 orang meraih predikat pujian, dengan rata-rata masa penyelesaian studi 3 tahun 10 bulan.

Di hadapan para lulusan, Martahadi yang juga Dekan FEB Unsam menitipkan tiga pesan penting bagi para alumni diminta menjaga nama baik almamater dimanapun mereka berkiprah.

“Dimanapun adik-adik bekerja, baik di kantor pemerintahan, bank, perusahaan swasta, atau membangun usaha sendiri, ingatlah adik-adik membawa nama FEB Unsam. Kejujuran dan integritas adalah modal utama orang ekonomi,” katanya.

Kedua, ia meminta para lulusan tidak memutus hubungan dengan kampus setelah menyandang gelar sarjana. Menurutnya, para lulusan kini menjadi bagian dari keluarga besar alumni FEB Unsam yang tersebar di berbagai daerah.

“Kalau adik-adik butuh informasi lowongan kerja, mentor usaha, atau teman diskusi, ketuk pintu kami. Kami ada,” ujarnya.

Pesan ketiga, Martahadi mendorong para lulusan untuk kembali membangun daerah dengan ilmu dan kompetensi yang dimiliki.

Ia menilai Aceh Timur, Kota Langsa dan daerah sekitarnya memiliki potensi sumber daya yang besar dan membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengelolanya secara profesional.

“Jadilah pengusaha yang membuka lapangan kerja di kampung sendiri. Jadilah ASN yang jujur membangun daerah sendiri,” pesannya. [ian]

Bagikan