Siswa SD 2 Muhammadiyah Langsa Field Trip dan Rihlah Religi Jelajah Jejak Peradaban Islam di Langkat

Para siswa kelas III, SD 2 Muhammdiyah Langsa saat berkunjung ke salah satu situ sejarah Islam dalam bingkai Field trip dan rihlah religi di Tanah Melayu, di Masjid Jaya Ar-Rahman, Kabupaten Langkat, Selasa, 16 Juni 2026. Foto/ist.

Siswa SD 2 Muhammadiyah Langsa Field Trip dan Rihlah Religi Jelajah Jejak Peradaban Islam di Langkat

Para siswa kelas III, SD 2 Muhammdiyah Langsa saat berkunjung ke salah satu situ sejarah Islam dalam bingkai Field trip dan rihlah religi di Tanah Melayu, di Masjid Jaya Ar-Rahman, Kabupaten Langkat, Selasa, 16 Juni 2026. Foto/ist.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

MediaKontras.id | Puluhan siswa kelas III, SD 2 Muhammadiyah Langsa menggelar Field trip dan rihlah religi menjelajah jejak peradaban Islam dengan mengunjungi salah satu situs sejarah Islam di Tanah Melayu, di Masjid Jaya Ar-Rahman, Kabupaten Langkat, Selasa, 16 Juni 2026.

Field trip dan rihlah religi adalah kegiatan pembelajaran di luar kelas yang menggabungkan rekreasi dengan edukasi yang dirangkai dengan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.

Kegiatan yang diikuti oleh siswa kelas 3 tersebut menjadi momentum untuk mengenalkan sejarah perkembangan Islam di Nusantara sekaligus menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap warisan budaya dan peradaban Islam yang telah berdiri sejak ratusan tahun silam.

Dimana berdiri sebuah Masjid Jaya Ar-Rahman yang terletak di Sei Bingai, Kabupaten Langkat, merupakan salah satu masjid bersejarah yang berdiri sejak tahun 1775 M. Hingga kini, bangunan masjid tersebut masih berdiri kokoh dan menjadi saksi perjalanan dakwah Islam di wilayah Sumatera Utara.

Koordinator Kelas 3 SD 2 Muhammadiyah Langsa, Agustina Fadhillah, S.Pd, Gr, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan yang sarat nilai edukasi tersebut.

“Alhamdulillah, dalam nuansa Tahun Baru Islam ini, siswa kelas 3 SD 2 Muhammadiyah Langsa berkesempatan mengunjungi salah satu situs sejarah di Tanah Melayu, yaitu Masjid Jaya Ar-Rahman yang berdiri sejak tahun 1775 M dan saat ini telah berusia sekitar 251 tahun,” jelasnya.

Menurut Agustina, masjid tersebut memiliki berbagai keunikan yang menjadikannya sebagai salah satu peninggalan sejarah Islam yang sangat berharga.

“Masjid ini tentu sangat unik. Selain menjadi salah satu masjid tertua di Indonesia, struktur bangunannya juga tidak kalah menarik. Bentuknya menyerupai rumah panggung dan sebagian konstruksi dindingnya dibangun tanpa menggunakan paku. Harapannya, siswa dapat lebih mengenal sejarah dan budaya Islam serta memahami bagaimana Islam masuk dan berkembang di Indonesia,” tambahnya.

Selama kunjungan berlangsung, para siswa mengikuti berbagai kegiatan edukatif, mulai dari mendengarkan penjelasan mengenai sejarah masjid, mengamati arsitektur bangunan, hingga melaksanakan salat berjamaah di masjid yang telah berusia lebih dari dua abad tersebut.

Ditambahkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SD 2 Muhammadiyah Langsa, Suci Eka Azhari, S.Pd, mengungkapkan bahwa kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat positif dari para siswa.

“Alhamdulillah, anak-anak sangat senang diajak mengikuti wisata sejarah Islam ini. Selama berada di lokasi, mereka melaksanakan salat berjamaah, mendengarkan sejarah tentang masjid, dan belajar langsung mengenai warisan peradaban Islam. Untuk menambah semangat dan keceriaan siswa, sekolah juga menyediakan doorprize bagi peserta yang beruntung,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan pembelajaran di luar kelas seperti ini dapat terus dilaksanakan karena mampu memberikan pengalaman yang berkesan bagi peserta didik.

Sementara itu, Kepala SD 2 Muhammadiyah Langsa, Dr. Hamdani, MA, menilai bahwa perjalanan panjang menuju lokasi menjadi pengalaman berharga yang sebanding dengan ilmu dan wawasan yang diperoleh para siswa.

“Tentu perjalanan jauh yang kami tempuh ini terbayar dengan kesempatan melihat secara langsung masjid yang masih berdiri kokoh meskipun usianya telah mencapai hampir tiga abad. Melalui semangat Tahun Baru Islam, kami berharap para siswa semakin mencintai sejarah dan peradaban Islam serta mampu mengambil pelajaran dari perjuangan para ulama dan pendahulu dalam menyebarkan Islam di Nusantara,” tandasnya. [ian]