Sabang, Media kontras.id | Tidak semua orang memilih meninggalkan kenyamanan untuk mengabdi di daerah terluar Indonesia. Namun, itulah jalan yang dipilih Rifa Sholeha, bidan muda yang selama dua tahun terakhir mendedikasikan dirinya mendampingi masyarakat Gampong Ie Meulee, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, melalui Program Bidan untuk Negeri yang dijalankan LKC Dompet Dhuafa Aceh bersama YBM BRILiaN.
Sejak memulai pengabdian pada tahun 2024, Rifa hadir bukan hanya sebagai tenaga kesehatan. Ia menjadi sahabat bagi ibu hamil, pendamping bagi para ibu, tempat belajar bagi kader kesehatan, sekaligus penggerak berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.
Hampir setiap hari, ia menyusuri lingkungan gampong untuk memberikan pelayanan kesehatan, melakukan kunjungan rumah, mendampingi posyandu, memberikan edukasi kepada keluarga, hingga memastikan ibu hamil, bayi, dan balita memperoleh pelayanan yang optimal.
Selama dua tahun pengabdian, Program Bidan untuk Negeri berhasil mendampingi 132 ibu hamil, 96 ibu bersalin, 77 ibu menyusui, dan 457 balita. Program juga melaksanakan skrining kesehatan terhadap 554 remaja dan 908 masyarakat, meningkatkan kapasitas 25 kader kesehatan, membangun Kebun Sehat, serta menghadirkan 3.614 layanan kuratif melalui Klinik Bidan untuk Negeri dengan total 13.108 penerima manfaat.
Di balik angka-angka tersebut tersimpan ribuan cerita tentang masyarakat yang memperoleh akses layanan kesehatan lebih dekat, lebih mudah, dan lebih berkualitas. Bagi Rifa, setiap senyum ibu, setiap balita yang tumbuh sehat, dan setiap kader yang semakin percaya diri menjadi kebahagiaan yang tidak dapat diukur dengan apa pun.
Puncak perjalanan pengabdian itu ditandai melalui kegiatan Monitoring, Evaluasi, dan Closing Program Bidan untuk Negeri yang dilaksanakan pada 30 Juli 2026 di Aula Kantor Wali Kota Sabang. Acara tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pendampingan selama dua tahun sekaligus awal dari keberlanjutan program yang akan diteruskan oleh Pemerintah Kota Sabang bersama seluruh pemangku kepentingan.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan, Pemerintah Kota Sabang menyerahkan Piagam Penghargaan kepada LKC Dompet Dhuafa Aceh dan YBM BRILiaN. Seluruh mitra juga menandatangani komitmen bersama untuk melanjutkan berbagai inovasi yang telah dibangun melalui Program Bidan untuk Negeri.
Koordinator Wilayah LKC Dompet Dhuafa Aceh, Arfan Ramadhan, menyampaikan bahwa keberhasilan program tidak terlepas dari dedikasi tenaga kesehatan yang setiap hari hadir bersama masyarakat.
“Bidan Rifa menunjukkan bahwa pengabdian bukan sekadar menjalankan profesi, tetapi menghadirkan kepedulian dan membangun kepercayaan masyarakat. Selama dua tahun, ia menjadi bagian dari perubahan positif yang dirasakan langsung oleh warga Gampong Ie Meulee,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Pemerintah Kota Sabang. Mewakili Wali Kota Sabang, Drs. Kamaruddin, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Sabang, menyampaikan terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan.
“Kami menyampaikan penghargaan kepada LKC Dompet Dhuafa Aceh, YBM BRILiaN, dan seluruh tim Program Bidan untuk Negeri, khususnya Bidan Rifa Sholeha yang telah mendampingi masyarakat dengan penuh dedikasi. Pengabdian ini telah memberikan dampak nyata bagi peningkatan pelayanan kesehatan di Kota Sabang,” ujarnya.
Di penghujung masa pengabdiannya, Rifa mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Sabang.
“Sabang telah menjadi rumah kedua bagi saya. Di sini saya belajar bahwa menjadi bidan bukan hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga membangun kedekatan, mendengarkan, dan tumbuh bersama masyarakat. Terima kasih kepada LKC Dompet Dhuafa Aceh, YBM BRILiaN, Pemerintah Kota Sabang, seluruh mitra, kader kesehatan, dan masyarakat Gampong Ie Meulee yang telah menerima saya sebagai keluarga selama dua tahun ini. Semoga ikhtiar yang telah kita bangun bersama terus memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang,” tutur Rifa.
Meski masa pendampingan telah berakhir, jejak pengabdian itu akan tetap hidup melalui kader-kader kesehatan yang semakin mandiri, pelayanan Polindes yang semakin optimal, serta masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Bagi Rifa Sholeha, pengabdian selama dua tahun di Pulau Weh bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat Indonesia di mana pun ia bertugas.






