MediaKontras.id | Tangkal narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Langsa terus memperkuat peran masyarakat dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui pemberdayaan kelompok masyarakat dan komunitas anti narkoba.
Upaya tersebut diwujudkan melalui workshop penggiat P4GN pemberdayaan kelompok masyarakat dan komunitas anti narkoba diikuti 25 peserta dari 5 gampong, di Goall Coffee Langsa, Selasa, 29 September 2026.
Kegiatan dibuka oleh Plt. Kepala BNN Kota Langsa, Hasnanda Putra, ST, MM, MT, yang diwakili Plh. Kasubbag Umum BNN Kota Langsa, Muhammad Akbar Tirtana, SE.
Menurut Muhammad Akbar, menegaskan bahwa P4GN tidak dapat hanya dibebankan kepada BNN maupun aparat penegak hukum. Menurutnya, masyarakat memiliki posisi strategis sebagai kekuatan utama dalam membangun lingkungan yang memiliki daya tangkal terhadap penyalahgunaan narkotika.
Pencegahan narkoba harus menjadi gerakan bersama, Penggiat P4GN tidak cukup hanya memahami bahaya narkotika, tetapi harus mampu menjadi penggerak di lingkungan masing-masing, membangun kepedulian, “mengajak masyarakat untuk berani menolak narkoba dan menciptakan kegiatan positif yang produktif,” pintanya.
Sementara, Katim Dayamas BNN Kota Langsa, Henny Puspa, SKM, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan diikuti 25 peserta dari 5 gampong, kepada peserta untuk mengikuti acara sesuai jadwal yang telah di tentukan.
Kegiatan workshop kami menghadirkan dua narasumber dengan materi yang saling melengkapi dalam memperkuat kapasitas penggiat P4GN.
Workshop ini kian menarik dipandu oleh Katim Humas, Islamsyah MTA, ST sebagai moderator dan harapannya kegiatan berjalan lancar dan sepulang dari kegiatan, masing-masing peserta untuk dapat besinergi dengan pemerintah gampong dan stakeholder lainnya untuk tanggung jawabnya sebagai Penggiat Anti Narkoba dalam pelaksanaan P4GN.
Narasumber pertama, Suryatno, AP, M.SP, menyampaikan materi bertema “Strategi Mewujudkan Lingkungan Masyarakat Bersih Narkoba.” Ia menekankan pentingnya membangun lingkungan masyarakat yang memiliki ketahanan sosial dan daya tangkal terhadap penyalahgunaan narkotika.
Menurutnya, lingkungan bersih narkoba tidak terbentuk hanya melalui kegiatan sosialisasi, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat secara konsisten, mulai dari keluarga, pemuda, tokoh masyarakat, komunitas hingga aparatur gampong.
Beberapa hal yang ditekankan antara lain meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap ancaman narkotika, memperkuat peran keluarga dalam pengawasan dan pendidikan, mengaktifkan tokoh masyarakat dan pemuda sebagai penggerak P4GN.
Lebih lanjut, meminta terus menciptakan kegiatan sosial, ekonomi dan kepemudaan yang positif,
membangun komunikasi dan koordinasi apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan atau peredaran narkotika serta membangun budaya masyarakat yang berani mengatakan “tidak terhadap narkoba.”
Pendekatan berbasis lingkungan, menurutnya, menjadi penting karena masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan dinamika sosial di wilayahnya masing-masing.
Sementara itu, narasumber kedua, Wakil Sekretaris DPD KNPI Langsa Bidang Penanggulangan Narkoba dan Teroris, Dr. Hanri Aldino, SH, MH, membawakan tema “Strategi Membangun Komunitas Anti Narkoba yang Aktif dan Produktif.”
Hanri menekankan bahwa komunitas anti narkoba tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial atau sekadar menjadi kelompok yang menerima informasi tentang bahaya narkotika. Komunitas harus memiliki aktivitas nyata, program kerja dan kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat.
“Komunitas anti narkoba harus bergerak dari sekadar slogan menjadi gerakan. Penggiat P4GN harus mampu membuat kegiatan yang menarik, produktif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda. Ketika anak muda memiliki ruang untuk berkarya, berorganisasi, berwirausaha dan mengembangkan kreativitas, maka mereka memiliki alternatif positif dalam mengisi kehidupan.” ucapnya.
Ia juga mendorong agar komunitas anti narkoba memanfaatkan potensi lokal, jejaring kepemudaan, organisasi masyarakat dan dunia usaha untuk menciptakan kegiatan yang berkelanjutan.
Menurutnya, kekuatan komunitas terletak pada kemampuan membangun jejaring dan menghadirkan solusi di tengah masyarakat, sehingga gerakan P4GN dapat tumbuh sebagai gerakan sosial yang berkelanjutan.
“Penggiat P4GN didorong menjadi penggerak di lingkungan masing-Masing workshop tersebut menjadi ruang untuk meningkatkan pengetahuan, kapasitas dan strategi para penggiat P4GN dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat,” pungkasnya. [ian]

