Lewati ke konten

TPI Sungai Lueng Rusak Parah Karena Banjir

Redaksi 12 Oktober 2026 · 21:23 WIB
Bagikan
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID
Gabung

Mediakontras.id | Tempat Pendaratan Ikan (TPI) di Gampong Sungai Lueng, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, mendadak lumpuh yang menjadi tumpuan warga ambruk diterjang banjir bandang pada November 2025 lalu.

Meski sudah genap hampir satu tahun berlalu, bangunan vital ini seolah dilupakan dan tak kunjung tersentuh perbaikan.

Saat berkunjung kelokasi, hasil pantauan Mediakontras.id memperlihatkan pemandangan yang memprihatinkan. Badan TPI tampak terputus total menjadi dua bagian. Kondisinya cukup parah, pondasi di tepi sungai sudah terkikis, struktur tiang penyangga terlihat rapuh, dan hanya menyisakan bongkahan beton yang mulai miring di bagian pinggir.

Parahnya lagi, hanya ada dua batang pohon kelapa untuk sekadar membantu warga dan nelayan untuk menyeberang ke sisi TPI yang lain.

Salah seorang nelayan lokal, Muklis, mengeluhkan kondisi TPI yang ruask ini sudah berlangsung nyaris setahun sejak pasca banjir.

Menurutnya, sebagian besar penduduk Gampong Sungai Lueng menggantungkan hidup dan masa depan mereka dari hasil melaut.

“Mayoritas warga di sini adalah nelayan. Sejak TPI ini ambruk, kami benar-benar kesulitan, baik saat hendak menyandarkan perahu maupun ketika beraktivitas di sekitar dermaga,” ucapnya kepada Mediakontras.id, Selasa (13/10/2026).

Muklis menjelaskan, peran TPI Sungai Lueng bukan sekadar dermaga untuk menambatkan kapal, melainkan pusat ekonomi warga dan nelayan berkumpul memilah serta mensortir ikan hasil tangkapan laut.

Kondisi fasilitas yang hancur ini tak cuma mengganggu ekonomi, tetapi juga mengintai keselamatan jiwa terutama anak-anak kecil yang sering menjadikan areal TPI sebagai tempat bermain.

“Saya sangat khawatir ada warga yang terpeleset dan jatuh ke bawah saat melintas, terutama anak-anak, karena jembatannya cuma mengandalkan dua batang pohon kelapa. Padahal setiap hari warga dan nelayan terus beraktivitas mensortir ikan di area yang rawan ini,” ujarnya.

Muklis berharap Pemko Langsa segera turun tangan memperbaiki TPI Sungai Lueng. Sebab, dari tempat inilah asap dapur ratusan keluarga nelayan tetap menepul.

“Seluruh nelayan dan warga bergantung pada TPI ini. Jika terus-terusan rusak begini, bisa mengancam keselamatan warga dan anak-anak. Kami sangat berharap Pemko Langsa segera memperbaikinya,” pungkasnya. *****

Bagikan