Lewati ke konten

Wieke Liyendawari, Srikandi Kesenian Raih Anugerah KNPI Award 2026

Rapian Rapian 2 November 2026 · 01:50 WIB
Bagikan
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID
Gabung

MediaKontras.id | Dedikasi terhadap dunia kesenian dan pengabdian dalam organisasi mengantarkan Wieke Liyendawari SE, MM, meraih Anugerah KNPI Award 2026 kategori Pemuda Pengabdian Bidang Kesenian. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kiprahnya dalam merawat denyut kesenian dan menghidupkan ruang kreativitas di Kota Langsa.

Anugerah diserahkan pada Malam Anugerah Pemuda Award 2026, sebagai bagian dari puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98, di Aula Lantai II SMKN 2 Langsa, Minggu, 1 November 2026 malam.

Bagi Wieke, penghargaan ini bukan sekadar pengakuan atas perjalanan personal. Lebih dari itu, anugerah tersebut merefleksikan arti sebuah pengabdian: bagaimana kesenian tetap memperoleh tempat di tengah dinamika zaman, bagaimana kreativitas diberi ruang untuk tumbuh, dan bagaimana para pelaku seni mendapatkan kesempatan untuk berkarya serta mengembangkan potensi mereka.

Sosok yang dikenal aktif dalam sejumlah organisasi ini menapaki perjalanan pengabdian melalui berbagai bidang. Kesenian menjadi salah satu ruang penting yang mempertemukannya dengan semangat kolaborasi, pelestarian budaya, dan pengembangan potensi masyarakat.

Sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Kota Langsa, Wieke berada dalam lingkungan organisasi yang menaungi para insan musik dan pelaku industri kreatif.

PAPPRI memiliki ruang pengabdian yang luas, mulai dari memperkuat jejaring antarpelaku seni, mendorong tumbuhnya kreativitas, hingga membuka peluang bagi musisi dan pencipta lagu untuk terus berkarya.

Di tengah perkembangan industri hiburan dan perubahan selera generasi muda, keberadaan organisasi kesenian menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem seni. Kesenian tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, identitas, dan kekayaan budaya masyarakat.

Dalam konteks itulah, kepemimpinan perempuan seperti Wieke memiliki ruang untuk mengambil peran, membangun komunikasi, dan mendorong kolaborasi antarkomunitas seni di Kota Langsa.

Pengukuhannya sebagai Ketua DPC PAPPRI Kota Langsa pada 6 April 2026 menandai babak baru dalam perjalanan organisasinya di bidang kesenian.

Pengabdian Wieke tidak berhenti pada dunia kesenian. Ia juga dipercaya memimpin Dewan Kesenian Aceh (DKA) Kota Langsa, sebuah ruang yang berkaitan erat dengan upaya pengembangan kehidupan seni dan budaya di daerah.

Peran tersebut menempatkannya dalam lingkungan yang lebih luas, mencakup beragam ekspresi seni serta potensi kebudayaan yang tumbuh di tengah masyarakat.

Di luar bidang kesenian, Wieke juga mengemban amanah sebagai Sekretaris Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Langsa periode 2026–2030. Dalam organisasi ini, pengembangan olahraga masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan hidup aktif, sehat, dan produktif.

Ia turut aktif sebagai Sekretaris Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Langsa, organisasi yang berkaitan dengan pengembangan kerajinan dan pemberdayaan potensi perajin daerah.

Keterlibatannya dalam berbagai organisasi tersebut memperlihatkan luasnya ruang pengabdian yang dijalani, mulai dari kesenian, olahraga masyarakat, hingga kerajinan daerah. Setiap bidang memiliki karakter dan tantangan tersendiri, tetapi semuanya bertemu pada satu kepentingan: mendorong potensi masyarakat agar terus berkembang.

Latar belakang pendidikan Magister Manajemen (MM) menjadi bagian dari perjalanan akademik Wieke. Bekal pendidikan tersebut berpadu dengan aktivitas organisasi yang menuntut kemampuan membangun komunikasi, mengelola program, dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.

Dalam kehidupan organisasi, pengabdian tidak selalu diukur dari seberapa sering seseorang tampil di hadapan publik. Ia juga tercermin dari kesediaan meluangkan waktu, merawat kebersamaan, membangun jaringan, dan ikut membuka jalan bagi orang lain untuk berkembang.

Bagi generasi muda, kiprah perempuan dalam organisasi kesenian dapat menjadi inspirasi bahwa ruang pengabdian terbuka bagi siapa saja yang bersedia bekerja, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi nyata.

“Kesenian sendiri merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat. Melalui musik, lagu, pertunjukan, dan berbagai ekspresi budaya, nilai-nilai lokal dapat diwariskan kepada generasi berikutnya sekaligus diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas,” ungkapnya.

Karena itu, upaya menjaga kesenian tidak cukup hanya dengan menyelenggarakan pertunjukan. Diperlukan pula pembinaan, regenerasi, ruang berekspresi, dan dukungan terhadap para pelaku seni agar kreativitas tidak berhenti pada satu generasi.

Anugerah KNPI Award 2026 kategori Pemuda Pengabdian Bidang Kesenian menjadi momentum penting dalam perjalanan organisasi Wieke Liyendawari. Penghargaan tersebut sekaligus menghadirkan pesan bahwa pengabdian di bidang seni memiliki arti bagi kehidupan sosial dan kebudayaan daerah.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pun memberikan konteks tersendiri bagi penghargaan ini. Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda Indonesia dapat diwujudkan melalui beragam jalan, termasuk menjaga kebudayaan, merawat kreativitas, dan memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkarya.

Pada akhirnya, gelar Srikandi Kesenian bukan semata-mata tentang penghargaan yang diterima, melainkan tentang peran yang terus dijalankan. Sebab, seni akan tetap hidup ketika ada orang-orang yang bersedia merawatnya, organisasi yang membuka ruang bagi perkembangannya, serta generasi muda yang berani melanjutkan estafet kreativitas.

Bagi Wieke Liyendawari, Anugerah KNPI Award 2026 menjadi penanda perjalanan sekaligus pengingat bahwa pengabdian sejati selalu memiliki ruang untuk dilanjutkan.

Semoga Anugerah yang ia raih menjadi sebuah cerminan untuk terus berbenah kearah yang lebih baik dan cemeti untuk terus berbenah diri sebagai sosok Srikandi di bidang Kesenian menuju Langsa Juara. [Rapian]

Bagikan