Al-Farlaky : Genjot Pendapatan Zakat dan Hilangkan Calo
MediaKonrtras.id | Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, SHI, MSi, melantik para komisioner Badan Baitul Mal Kabupaten (BMK) Aceh Timur serta pengawas periode 2026–2031, di Aula Serbaguna Pendopo Bupati Aceh Timur, Rabu, 9 September 2026.
Adapun Komisioner BMK Aceh Timur yang dilantik yakni Rizallihadi, A.Md. sebagai Ketua, serta HM Sanusi, Lc., MH, Irham Teguh, SH, Tgk. Ibrahim, SEI, dan Julianda sebagai anggota.
Sementara Dewan Pengawas terdiri dari Tgk. H. Hasanuddin, SE, M. Isa, S.Ag., M.Pd., dan Drs. Ridwan Suud.
Usai melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan, Al-Farlaky menegaskan agar memperkuat dalam penghimpunan zakat sekaligus memastikan dana umat disalurkan secara tepat sasaran, transparan dan sesuai ketentuan syariat.
Ia juga secara tegas mengingatkan jajaran Baitul Mal agar tidak menjadikan lembaga pengelola dana umat sebagai tempat mencari keuntungan pribadi. Ia juga melarang adanya perantara atau “calo” dalam proses penyaluran bantuan zakat kepada mustahik.
“Tidak boleh ada calo dalam penyaluran zakat. Ini harus kita ubah agar dana umat dapat disalurkan dengan baik. Jangan ada permainan terkait bantuan,” tegas Al-Farlaky.
Kendari demikian, ia juga menegaskan tidak boleh ada pemotongan dalam bentuk apa pun terhadap bantuan yang menjadi hak mustahik. Jika ditemukan praktik pemotongan atau permainan dalam penyaluran zakat, masyarakat diminta segera melaporkannya agar dapat ditindak sesuai ketentuan.
“Tidak boleh ada tindakan pemotongan apa pun terhadap bantuan kepada para mustahik zakat, baik dilakukan oleh jajaran pemerintah daerah maupun staf yang bekerja di Baitul Mal,” ujarnya.
Al-Farlaky mengatakan, amanah yang diemban pengurus BMK sangat besar karena berkaitan langsung dengan pengelolaan dana umat. Karena itu, seluruh komisioner diminta bekerja solid, terbuka dan membangun sinergi, sementara Dewan Pengawas harus menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.
Bupati menjelaskan, proses pengisian jabatan tersebut telah melalui sejumlah tahapan seleksi, termasuk uji kepatutan dan kelayakan di DPRK Aceh Timur. Ia menegaskan seluruh jajaran yang telah dilantik akan dievaluasi, termasuk kinerja komisioner dan sekretariat.
Selain memperketat pengawasan, Al-Farlaky meminta sekretariat memperbaiki administrasi dan mempercepat penyaluran bantuan. Menurutnya, dana zakat yang telah dihimpun tidak boleh terlalu lama tersimpan tanpa disalurkan kepada masyarakat yang berhak.
“Kalau memang diperlukan pertimbangan dari kami, silakan menghadap langsung. Kita berdiskusi mencari jalan keluar yang terbaik, sehingga dana-dana yang terhimpun dari umat ini tidak tertahan terlalu lama di rekening Baitul Mal,” katanya.
Ia menyebutkan, pengelolaan dana umat yang tidak segera disalurkan juga berpotensi menjadi perhatian dalam pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Di sisi lain, Bupati meminta BMK tidak hanya berfokus pada penyaluran zakat, tetapi juga meningkatkan penghimpunan. Ia mendorong pengurus melakukan audiensi dengan perusahaan, perbankan, TNI, Polri, sektor perkebunan dan berbagai pihak lainnya yang beroperasi di Aceh Timur.
“Harus ada peningkatan penghimpunan dana umat. Kita perlu melakukan audiensi dan bertemu dengan perusahaan-perusahaan serta lintas sektor lainnya, termasuk TNI, Polri, pihak perbankan seperti BSI dan Bank Aceh, serta perusahaan-perusahaan perkebunan,” ujar Al-Farlaky.
Ia menambahkan, Pemkab Aceh Timur tahun ini juga mendorong pembangunan sekitar 56 unit rumah layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, Baitul Mal diharapkan memperkuat program bantuan pendidikan bagi santri, baik yang menempuh pendidikan di Aceh Timur maupun anak-anak Aceh Timur yang belajar di pesantren di luar daerah hingga luar negeri.
Masih kata Al-Farlaky, Baitul Mal harus menjadi lembaga yang dipercaya masyarakat dalam mengelola dan menyalurkan dana umat. Sinergi antara pemerintah daerah dan Baitul Mal dinilai penting agar zakat benar-benar memberi dampak terhadap kesejahteraan masyarakat dan mendukung agenda pembangunan Aceh Timur.
“Pemerintahan ini kita jaga bersama. Kita sama-sama saling membesarkan dan mendukung kerja-kerja pembangunan yang sedang kita lakukan di Aceh Timur,” pungkasnya. [ian]

