MediaKontras.id | Prestasi akademik membanggakan kembali ditorehkan putra Aceh. Dr. Rizki Maulana, S.Sos, SH, MSP, MH, berhasil meraih penghargaan Best Presenter dalam ajang International Conference on Islamic Studies and Social Sciences (ICISSS) 2026 yang digelar di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis, 1 Oktober 2026.
Penghargaan tersebut diraih setelah Dr. Rizki Maulana mempresentasikan karya ilmiah berjudul “A Comparative Analysis of Malaysian Islamic Criminal Law and Aceh Qanun No. 6 of 2014 on Jinayah Concerning Khalwat Offenders.”
Karya tersebut mengangkat kajian komparatif mengenai hukum pidana Islam di Malaysia dengan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, khususnya terkait ketentuan terhadap pelanggaran khalwat. Topik tersebut menjadi bagian dari kontribusi akademik dalam memperkaya diskursus hukum Islam dan sosial dalam konteks masyarakat kontemporer.
Usai menerima penghargaan, Dr. Rizki Maulana, kepada MediaKontras.id, Jumat, 2 Oktober 2026 menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan hingga pelaksanaan konferensi internasional tersebut.
“Tentunya saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah men-support dalam persiapan mengikuti acara ini. Saya turut bangga atas pencapaian ini sebagai penunjang dan motivasi pribadi untuk pengembangan profesi sebagai akademisi,” ujar Dr. Rizki Maulana yang juga Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Aceh Tamiang (STAI-AT) itu.
Menurut, Dr. Rizki Maulana, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi capaian personal, tetapi juga menjadi energi baru untuk terus mengembangkan tradisi akademik melalui penelitian, publikasi dan forum ilmiah internasional.
Di luar kiprahnya sebagai akademisi, Dr. Rizki Maulana juga dikenal sebagai Ketua DPD KNPI Kota Langsa, yang aktif dalam berbagai kegiatan kepemudaan dan pengembangan sumber daya manusia yang memiliki telant kepimpinan yang mumpuni.
—Forum Akademik Lintas Negara—
ICISSS 2026 mengusung tema “Islamic Society and Humanity in a Changing World: Knowledge, Ethic and Responses to Contemporary Challenges.” Tema tersebut menjadi ruang akademik untuk mempertemukan para ilmuwan dan akademisi dari berbagai negara dalam membahas perkembangan masyarakat Islam dan kemanusiaan di tengah perubahan dunia.
Sejumlah akademisi dan tokoh internasional hadir sebagai narasumber, di antaranya YBrS. Prof. Dato’ Dr. Fadzli Adam, Naib Chancellor Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia.
Turut menjadi narasumber Prof. Dr. Engku Muhammad Tajuddin bin Engku Ali, Dean Faculty of Islamic Contemporary Studies UniSZA; Prof. Dr. Engku Ahmad Zaky bin Engku Alwi dari UniSZA, Malaysia; Dr. Kameeh Kamel Ameh Hajjaj dari Al-Azhar Institut Gaza, Palestina; Indra Martian Permana, Ph.D. dari Universitas Ibn Khaldun Bogor, Indonesia; serta Prof. Tahir Abubakar dari Al-Qalam University, Katsina, Nigeria, bersama sejumlah narasumber lainnya.
Konferensi tersebut dilaksanakan secara tatap muka dan daring, sehingga membuka ruang partisipasi lebih luas bagi presenter dan peserta dari berbagai wilayah.
ICISSS 2026 diselenggarakan oleh STAI Darul Hikmah Aceh Barat berkolaborasi dengan Pusat Alumni (ACe) Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia.
Raihan Best Presenter oleh Dr. Rizki Maulana menjadi catatan tersendiri bagi akademisi asal Langsa tersebut. Di tengah forum ilmiah yang mempertemukan pemikiran dari berbagai negara, gagasan tentang hukum Islam Aceh kembali dibawa ke panggung akademik internasional.
Dari Langsa, Aceh, menuju forum akademik internasional di Malaysia—sebuah capaian yang menegaskan bahwa kajian tentang Aceh memiliki ruang untuk terus diperbincangkan di panggung dunia.
“Sejatinya dengan torehan ini akan membuka mata dunia bahwa Aceh yang dikenal sebagai Bumi Serambi Mekkah memiliki kekhususan dan akademisi muda bisa menunjukkan kiprahnya diajang Internasional,” tukasnya. [ian]

