IMPAS Minta Dana Otsus Diperpanjang

Ketua Umum IMPAS, Agusalim, saat menyerahkan berkas revisi UUPA sembari meminta perpanjangan dana Otsus kepada Ketua tim ahli Baleg, Sabari Barus, beserta jajaran staf ahli lainnya di Gedung DPR-RI, Selasa, 5 Mei 2026. Foto/ist.

IMPAS Minta Dana Otsus Diperpanjang

Ketua Umum IMPAS, Agusalim, saat menyerahkan berkas revisi UUPA sembari meminta perpanjangan dana Otsus kepada Ketua tim ahli Baleg, Sabari Barus, beserta jajaran staf ahli lainnya di Gedung DPR-RI, Selasa, 5 Mei 2026. Foto/ist.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

MediaKontras.id | Ikatan Mahasiswa Pascasarjana Aceh (IMPAS) meminta dana Otonomi Khusus (Otsus) agar dapat diperpanjang secara permanen demi masa depan pembangunan Aceh.

Demikian disampaikan Ketua Umum IMPAS, Agusalim, kepada MediaKontras.id, Selasa, 5 Mei 2026, usai bertemu dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR-RI, di Jakarta.

Dimana, pertemuan tersebut diterima langsung oleh Ketua tim ahli Baleg, Sabari Barus, beserta jajaran staf ahli lainnya di Gedung DPR-RI.

Menurut Agusalim, aspirasi krusial ini terkait masa depan pembangunan dan kekhususan Aceh. Fokus utama yang disampaikan adalah usulan mengenai perpanjangan dana Otonomi Khusus (Otsus) secara permanen.

Hal lain juga mendesak, apalagi ditengah berjalannya masa tahapan pembahasan Revisi UUPA di DPR-RI, dimana kondisi Aceh saat ini terutama untuk mendukung dan menopang pemulihan perekonomian Aceh pasca bencana yang masih menjadi kebutuhan dasar masyarakat di Serambi Mekkah ini.

Pihaknya juga menyarankan agar setiap pengelolaan dana Otsus Aceh kedepan dapat terealisasi secara tepat sasaran dan berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara merata, maka dipandang perlu untuk dilakukan pengawasan atas setiap alokasi anggaran yang ada.

Selain aspek fiskal, IMPAS juga menekankan pentingnya penguatan didalam Revisi UUPA berbagai aspek keistimewaan Aceh lainnya, termasuk salah satunya pada sektor budaya dan peradaban sejarah Aceh.

“Perwakilan Mahasiswa Aceh berharap agar rentetan sejarah peradaban Aceh tidak hilang, perlu adanya penguatan atas dasar demi menjaga kesinambungan rekam jejak sejarah peradaban Aceh sebagai ikhwal bahwa Aceh pernah menjadi poros maritim dunia di era kejayaan masa kesultanan Iskandar Muda terhadulu. Sehingga, keistimewaan daerah tersebut tidak hanya bertumpu pada kewenangan administrasi semata,” timpalnya.

Terakhir, dalam audiensi tersebut, IMPAS memaparkan berbagai point yang menjadi rekomendasi masukan dari pihaknya dilanjutkan dengan agenda singkat sharing session bersama tim baleg dan diakhiri penyerahan berkas rekomendasi masukan terkait Revisi UUPA yang diterima langsung oleh tim ahli Baleg DPR-RI untuk dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan acuan tambahan agar hasil dari revisi UUPA nantinya dapat memberikan perubahan signifikan bagi pembangunan Aceh.

“Semoga pertemuan ini menjadi langkah positif bagi para mahasiswa Aceh di Jakarta untuk memastikan revisi UUPA benar-benar mendorong kesejahteraan ekonomi dan meningkatkan kualitas SDM di Aceh secara berkelanjutan,” tukasnya. [red]

Â