Lewati ke konten

Nikmat Harahap, Anak Rantau yang Sukses Bangun Mimpi Lewat Tulisan

Redaksi 23 September 2026 · 19:03 WIB
Bagikan
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID
Gabung

Jakarta, MediaKontras.id |  Ada mimpi yang tumbuh sejak kecil, tetapi baru menemukan jalannya ketika seseorang berani meninggalkan kampung halaman.

 

Itulah yang dijalani Nikmat Harahap, pemuda asal Medan, Sumatera Utara. Di tanah rantau, tepatnya Jakarta Pusat, ia membangun kembali mimpi yang telah lama dicita-citakannya: menjadi penulis buku dan konten kreator..

 

Merantau bukanlah perjalanan yang mudah. Jauh dari keluarga, menghadapi berbagai tantangan hidup hingga harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi bagian dari proses yang harus dilalui. Namun, bagi Nikmat, berbagai tantangan tersebut justru menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengejar impiannya.

 

Kini, Nikmat telah menerbitkan dua buku, Dunia Emang Sejahat Ini dan Doa Ibu yang Udah Tiada. Karya-karyanya disebut telah dibaca lebih dari 50 ribu orang, sementara penjualan bukunya mencapai kurang lebih 100 buku setiap bulan.

 

Bagi seorang anak muda yang sedang membangun kehidupan di tanah rantau, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri.

Mimpi yang Dimulai Sejak Kelas V SD

 

Kisah Nikmat dengan dunia literasi ternyata tidak dimulai ketika ia berada di Jakarta.

 

Kecintaannya terhadap dunia tulis-menulis telah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar, tepatnya kelas V SD. Dari sana, ketertarikannya terhadap tulisan terus berkembang hingga akhirnya menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

 

Nikmat merupakan alumni Al-Mukhtaryah Sungai Dua, Kabupaten Padang Lawas Utara, Medan, Sumatera Utara, yang lulus pada 23 Juni 2023.

 

Setelah merantau, ia mulai membangun mimpi yang sejak kecil telah dicita-citakannya. Tulisan yang dahulu menjadi bagian dari kegemarannya kemudian berkembang menjadi karya yang dapat dibaca masyarakat luas.

 

Dua Buku yang Lahir di Tanah Rantau

 

Perjalanan Nikmat sebagai penulis ditandai dengan terbitnya buku pertama berjudul Dunia Emang Sejahat Ini pada 20 Maret 2025.

 

Tidak berhenti pada karya pertama, ia kembali menerbitkan buku kedua berjudul Doa Ibu yang Udah Tiada pada 28 April 2026.

 

Di dunia kepenulisan, ia menggunakan nama Nikmat HRP. Melalui nama tersebut, ia terus mengembangkan karya sekaligus memperkenalkan tulisannya kepada pembaca.

 

Dua judul tersebut membawa warna yang dekat dengan kehidupan. Pengalaman, pergulatan hidup, kehilangan, keluarga dan sisi emosional manusia menjadi bagian dari tema yang hadir dalam tulisan-tulisannya.

 

Menulis di Buku, Berkarya di Media Sosial

 

Bagi Nikmat, dunia kepenulisan tidak berhenti di halaman buku.

 

Ia juga aktif sebagai konten kreator dengan membagikan tulisan dan karya melalui berbagai platform media sosial. Dari sinilah perjalanan sebagai penulis kemudian bertemu dengan dunia digital.

 

Akun TikTok @nikmathrp_ memiliki sekitar 65 ribu followers, Instagram @nykamathrp_ sekitar 20 ribu followers, Facebook @nikmat_official sebanyak 109 ribu followers, sedangkan YouTube @nykmat_official memiliki sekitar 12 ribu subscriber.

 

Media sosial menjadi ruang bagi Nikmat untuk terus memperkenalkan karya sekaligus menjangkau pembaca yang lebih luas.

 

Ia berharap buku-bukunya dapat dikenal masyarakat luas, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga hingga mancanegara.

 

Lebih dari sekadar dikenal, Nikmat memiliki keinginan agar namanya tetap abadi melalui karya-karya buku yang ditinggalkannya.

Membawa Nama Orang Tua dalam Setiap Perjuangan

Bagi Nikmat, menjadi penulis bukan sekadar hobi. Menulis merupakan cita-cita yang ingin diwujudkan sejak lama.

 

Ada keinginan besar untuk membanggakan kedua orang tuanya sekaligus menghasilkan karya yang dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.

 

Keputusan untuk merantau menjadi awal perjuangan dalam mengejar mimpi tersebut. Dengan semangat, kerja keras dan doa orang tua, ia terus berusaha mencari rezeki sekaligus menghasilkan karya.

 

Alhamdulillah, perjuangannya perlahan membuahkan hasil dengan terbitnya dua buku pertamanya.

 

Tanah rantau yang awalnya penuh tantangan justru menjadi tempat lahirnya berbagai mimpi yang mulai menjadi kenyataan.

 

Pesan untuk Anak Muda yang Sedang Merantau

 

Nikmat berpesan kepada anak muda, khususnya mereka yang sedang merantau, agar tidak takut memiliki mimpi besar.

 

Ia mengajak anak muda untuk terus berusaha, bekerja keras dan tidak melupakan doa serta restu kedua orang tua.

 

Menurutnya, selagi masih muda, berbagai hal baru yang positif patut dicoba. Sebab, seseorang tidak pernah tahu dari mana rezeki dan kesempatan akan datang.

 

Yang terpenting, setiap langkah harus membawa kemajuan bagi diri sendiri maupun orang-orang di sekitar.

 

Nikmat juga mengingatkan agar keluarga tidak pernah dilupakan ketika rezeki mulai datang.

 

Berapapun rezeki yang diperoleh, keluarga tetap harus menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Baginya, berbagi rezeki dengan keluarga merupakan salah satu bentuk kasih sayang dan rasa syukur.

 

Dari Medan ke Jakarta, dari seorang anak muda yang gemar menulis sejak kelas V SD hingga menjadi penulis dua buku dan konten kreator dengan puluhan ribu pengikut, perjalanan Nikmat Harahap masih terus berjalan.

 

Dua buku yang telah diterbitkan bukanlah akhir. Justru dari tanah rantau inilah, sebuah mimpi masa kecil mulai menemukan bentuknya: menulis, berkarya, dan meninggalkan nama melalui tulisan.

Topik
Bagikan