PB HIMABIR: Cetak Sawah Baru Bukan Sekadar Program, tapi Investasi Jangka Panjang bagi Petani

PB HIMABIR: Cetak Sawah Baru Bukan Sekadar Program, tapi Investasi Jangka Panjang bagi Petani

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

MediaKontras.id | Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Bireuen (PB HIMABIR) Banda Aceh menilai polemik yang berkembang terkait pelaksanaan Program Cetak Sawah Baru (CSB) di Kabupaten Bireuen harus disikapi secara objektif, proporsional, serta berlandaskan fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

Sekretaris Bidang Humas PB HIMABIR Banda Aceh, Muhammad Ziaulhaq, menegaskan bahwa Program Cetak Sawah Baru merupakan kebijakan strategis yang memiliki orientasi langsung terhadap kepentingan masyarakat, khususnya para petani.

 

Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan memperluas lahan pertanian produktif, tetapi juga memiliki potensi besar dalam meningkatkan produksi pangan, memperkuat ketahanan pangan daerah, membuka peluang ekonomi, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.

 

“Program Cetak Sawah Baru merupakan program yang baik dan memiliki manfaat strategis bagi masyarakat. Oleh karena itu, program ini harus dikawal agar dapat berjalan secara optimal, bukan justru dilemahkan oleh opini yang belum didukung oleh fakta, data, maupun hasil pemeriksaan dari lembaga yang berwenang,” tegas Muhammad Ziaulhaq.

 

Ia menilai Kabupaten Bireuen memiliki potensi pertanian yang besar. Karena itu, upaya memperluas dan mengembangkan lahan sawah produktif perlu dipandang sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka panjang yang berorientasi pada keberlanjutan sektor pertanian.

 

Program Cetak Sawah Baru, lanjutnya, dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan, memperkuat perekonomian masyarakat desa, serta membuka peluang peningkatan pendapatan bagi para petani.

 

“Ketika kebutuhan pangan terus meningkat dan lahan pertanian menghadapi berbagai tantangan, program pengembangan sawah harus dilihat sebagai bentuk investasi pembangunan jangka panjang. Program ini memiliki nilai strategis, bukan hanya bagi sektor pertanian, tetapi juga bagi ketahanan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

 

Ziaul juga mengingatkan agar polemik yang berkembang tidak mengalihkan perhatian publik dari tujuan utama Program Cetak Sawah Baru, yaitu memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Menurutnya, kritik dan pengawasan tetap diperlukan sebagai bagian dari upaya memastikan program berjalan secara transparan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Namun, setiap penilaian terhadap pelaksanaan program harus disampaikan secara berimbang dan didasarkan pada informasi yang valid.

 

“Jangan sampai polemik yang berkembang justru mengaburkan tujuan utama Program Cetak Sawah Baru. Yang harus menjadi perhatian bersama adalah bagaimana program ini dapat dilaksanakan secara maksimal, tepat sasaran, serta benar-benar memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat Kabupaten Bireuen,” pungkasnya.

Topik