Bireuen, MediaKontras.id | Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Bireuen (PB HIMABIR) Banda Aceh menilai polemik yang berkembang terkait pelaksanaan Program Cetak Sawah Baru (CSB) di Kabupaten Bireuen perlu disikapi secara objektif, proporsional, dan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sekretaris Jenderal PB HIMABIR Banda Aceh, Al Fhat Muhayat, mengatakan Program Cetak Sawah Baru merupakan kebijakan strategis yang berorientasi langsung pada kepentingan masyarakat, khususnya petani. Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan memperluas lahan pertanian produktif, tetapi juga berpotensi meningkatkan produksi pangan, memperkuat ketahanan pangan daerah, membuka peluang ekonomi, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di pedesaan.
“Program Cetak Sawah Baru merupakan program yang baik dan memiliki manfaat strategis bagi masyarakat. Karena itu, program ini harus dikawal agar berjalan optimal, bukan justru dilemahkan oleh opini yang belum didukung fakta, data, maupun hasil pemeriksaan dari lembaga yang berwenang,” kata Al Fhat dalam keterangannya.
Ia menilai Kabupaten Bireuen memiliki potensi pertanian yang besar. Oleh sebab itu, upaya memperluas dan mengembangkan lahan sawah produktif perlu dipandang sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka panjang.
Menurutnya, Program Cetak Sawah Baru dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan, memperkuat perekonomian masyarakat desa, sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
“Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, program pengembangan sawah harus dipandang sebagai investasi pembangunan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah,” ujarnya.
Al Fhat juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan sikap yang konstruktif dalam menyikapi pelaksanaan program tersebut.
“Jangan sampai polemik mengalihkan perhatian dari tujuan utama Program Cetak Sawah Baru, yakni memperkuat sektor pertanian, meningkatkan ketahanan pangan, dan mendorong kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani,” tutupnya.






