Pembina KKN Ajak Warga Rantau Pakam Bijak Ber-AI: Dari Asisten Pendapatan Hingga Waspada “Ustad AI”

Pembina KKN Ajak Warga Rantau Pakam Bijak Ber-AI: Dari Asisten Pendapatan Hingga Waspada “Ustad AI”

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

Mediakontras.Id | Aceh Tamiang – Pemerintah Desa Rantau Pakam bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Langsa menggelar seminar literasi digital bertajuk “Cerdas Bermedia, Bijak Ber-AI: Strategi Komunikasi Digital di Era Disrupsi” di balai desa setempat, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini merupakan program kolaborasi Kelompok 12 dan Kelompok 23 KKN yang dihadiri oleh tokoh adat (Datuk), Sekretaris Desa, serta seluruh jajaran perangkat desa.

Seminar menghadirkan Pembina KKN Kelompok 12, Dr. Muslem, MA, sebagai pemateri utama, dan turut didukung oleh Pembina KKN Kelompok 23, Friska Anggi Siregar, S.H., M.H. Dalam paparannya, Dr. Muslem menekankan bahwa teknologi kecerdasan buatan (AI) bukan hanya untuk konsumsi konten, tetapi dapat menjadi alat produktif bagi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan nelayan. “AI bisa menjadi asisten untuk menambah sumber pendapatan, misalnya mencari informasi cuaca, harga pasar, hingga teknik pertanian dan perikanan terkini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Muslem menjelaskan bahwa AI juga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi keterbatasan akses belajar bahasa asing. “Bagi masyarakat yang kesulitan mengakses kursus atau guru privat, AI seperti ChatGPT atau Google Translate bisa menjadi pengganti sementara untuk belajar bahasa Inggris, Arab, bahkan Mandarin dalam keseharian. Namun, ini harus tetap digunakan dengan kritis dan tidak sepenuhnya menggantikan pembelajaran formal,” jelasnya.

Waspada “Ustad AI” dan Ancaman Hukum di Medsos

Memasuki sesi tanya jawab, antusiasme warga terlihat tinggi. Salah satu penanya mengangkat isu yang sedang marak, yaitu munculnya konten-konten keagamaan yang disajikan oleh “Ustad AI” atau kanal dakwah berbasis kecerdasan buatan. Penanya mengkhawatirkan banyaknya tafsir ayat Al-Qur’an dan hadis yang disampaikan secara keliru atau tidak akurat oleh konten semacam itu.

Menanggapi hal ini, Dr. Muslem mengingatkan bahwa dalam urusan akidah dan keagamaan, kehati-hatian adalah hal mutlak. “AI hanyalah mesin yang merangkum data, bukan mujtahid. Ia tidak memiliki sanad keilmuan dan tidak memahami konteks tafsir secara mendalam. Untuk urusan ibadah dan akidah, wajib merujuk kepada ulama dan kitab-kitab yang mu’tabarah (terpercaya). Jangan mudah terpengaruh oleh konten AI yang mengatasnamakan dakwah,” tegasnya dengan serius.

Selain aspek keagamaan, materi seminar juga menyentuh ranah hukum. Dr. Muslem mengingatkan bahwa penyebaran fitnah dan ujaran kebencian di media sosial memiliki ancaman pidana sesuai dengan Undang-Undang ITE. “Verifikasi sebelum share adalah harga mati. Cerdas bermedia berarti tahu kapan harus bicara, kapan diam, dan kapan melapor,” imbuhnya.

Kegiatan ini disambut hangat oleh Datuk, Sekretaris Desa, perangkat desa dan tokoh adat Rantau Pakam yang hadir. Juwanda selaku Datuk Rantau Pakam menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang tidak hanya membawa ilmu pengetahuan, tetapi juga menyentuh persoalan nyata yang dihadapi warga, termasuk tantangan literasi digital dan moderasi beragama di tengah gempuran teknologi.

Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan masyarakat Desa Rantau Pakam tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga kritis terhadap informasi yang diterima, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi tanpa meninggalkan kewaspadaan terhadap konten-konten yang merusak keyakinan dan kerukunan.