MediaKontras.id | Proses pendaftaran Sayuti Achmad bakal calon Ketua PWI Aceh 2026-2031, Selasa, 6 September 2026, lebih semarak dibandingkan sebelumnya. Penyerahan berkas dan pengambilan formulir dilakukan kuasanya Hendro Saky didampingi Adnan NS, Tarmilin Usman, Borstamam Aly disaksikan Nasir Nurdin dan sejumlah wartawan.
Keempat tokoh Pers yang hadir, Boestamam Aly mantan Sekretaris PWI 1995-2000, Adnan NS Ketua PWI 2000-2005 dan Ketua Dewan Kehormatan Daerah (DKD) PWI Aceh 2010-2015. Tarmilin Usman Ketua PWI dua periode (2010-2020) dan Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Aceh 2021-2026). Nasir Nurdin Ketua PWI ACEH 2021-2026 dan pertahana 2026-2031.
Kedatangan Hendro Saky ke sekretariat panitia Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Aceh diterima Sekretaris Steering Committee (SC) Konferprov PWI Aceh, Iranda Novandi, bersama Imran Joni selaku Pokja Verifikasi Calon dan Ketua Organizing Committee (OC), Nazar Ahadi.
Sekretaris SC Konferprov PWI Aceh, Iranda Novandi, menyampaikan bahwa setiap bakal calon perlu memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan panitia.
Salah satu persyaratan yang menjadi perhatian adalah dukungan minimal 10 persen anggota biasa PWI Aceh yang harus tersebar sedikitnya di lima kabupaten/kota.
Berdasarkan data di sekretariat, jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) pada Konferprov PWI Aceh kaki ini sekitar 320 orang syarat dukungannya minimal 10 persen
Hingga Selasa petang sudah tiga bakal calon yang telah mengambil berkas formulir pendafran: Muhammad Saman, Nasir Nurdin dan Sayuti Achmad, sedangkan dua Calon DKP, Zairin dan Tarmilin Usman.
Hendro Saky selaku kuasa meminta maaf atas ketidak hadirnya Sayuti secara fisik yang bersangkutan sedang berada di luar daerah.
Hendro yakin dan sangat optimis terhadap langkah pencalonan Sayuti, Ketua PWI Lhokseumawe ini akan memenangkan pertarungan dalam Konferprov PWI Aceh kali ini. “Saya mewakili Sayuti, datang ke sini (PWI) mendaftarkan untuk menang,” tegasnya.
Tambahnya, kesediaannya menjadi kuasa Sayuti tak terlepas dari hubungan hiarchi organisasi antara PWI dan JMSI (Jaringan Media Suber Indonesia) selama ini menjadi bagian dari komunikasi antarlembaga pers.
“Saya selalu Ketua JMSI Aceh dan Sayuti sendiri adalah Ketua JMSI Aceh Utara” urainya lagi. [ian]

