Peningkatan Kapasitas Wartawan Berpadu dengan Wisata Menjaga Asa Jurnalisme

Para punggawa PWI Kota Langsa saat mengunjungi destinasi wisata Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat-Sumut, Sabtu, 25 Juli 2026. Foto : Dok PWI Kota Langsa.

Peningkatan Kapasitas Wartawan Berpadu dengan Wisata Menjaga Asa Jurnalisme

Para punggawa PWI Kota Langsa saat mengunjungi destinasi wisata Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat-Sumut, Sabtu, 25 Juli 2026. Foto : Dok PWI Kota Langsa.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

MediaKontras.id | Objek wisata Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat – Sumut, menjadi saksi bisu bagi para punggawa PWI Kota Langsa dalam melaksanakan peningkatan Kapasitas Wartawan di alam terbuka.

Menapakan kaki jelang sore itu di kawasan Bukit Lawang yang diapit Leuser sebagai paru-paru dunia menjadi pemandangan asri seiring derunya arus sungai dan hembusan angin.

Para punggawa PWI Kota Langsa saat bermain arung jeram di wisata Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat-Sumut, Sabtu, 25 Juli 2026. Foto : Dok PWI Kota Langsa.

Kekompakan PWI Kota Langsa terlihat, dimulai dengan belajar bersama dengan pemateri Ketua PWI Kota Langsa Putra Zulfirman pemegang UKW Utama.

Sementara, Ray Iskandar dengan semangat membara juga ikut sebagai pemateri. Pasalnya, ia baru lulus UKW Madya.

“Kalau kawan-kawan yang ikut Madya, harus menguasai KEJ, pasal 1 sampai 4, hati – hati terhadap tulisan yang menjebak,” kata Ray berapi-api, Jumat, 24 Juni 2026.

Demikian pula Putra. Ia menyodorkan satu tulisan kepada setiap wartawan. “Coba ditelaah tulisan ini, apa layak disebut berita, apakah melanggar KEJ dan PPRA, coba jelaskan,” tegas Putra.

Menjadi wartawan bukan hanya soal mengejar berita tercepat. Di balik setiap informasi yang tersaji kepada publik, ada proses belajar yang tidak pernah berhenti. Karena itu, peningkatan kapasitas wartawan menjadi kebutuhan mutlak agar kualitas karya jurnalistik terus berkembang di tengah derasnya arus informasi digital.

Namun, belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang pelatihan yang kaku. Ketika peningkatan kapasitas dipadukan dengan wisata, suasana menjadi lebih cair, inspiratif, dan penuh semangat.

Alam yang asri serta destinasi Bukit Lawang yang dikunjungi menghadirkan perspektif baru yang mampu memperkaya cara pandang seorang jurnalis dalam melihat sebuah peristiwa.

Perjalanan seperti ini bukan sekadar rekreasi. Arung Jeram dan berbagai spot pemandangan yang eksotik di setiap langkah para kuli tinta saling bertukar pengalaman, berdiskusi mengenai tantangan dunia pers, mengasah kemampuan menulis, hingga memahami pentingnya menjaga etika jurnalistik di tengah perkembangan media sosial yang semakin dinamis.

Kebersamaan yang terbangun selama perjalanan juga menjadi modal penting. Ikatan antarwartawan semakin erat, membuka ruang kolaborasi yang positif, sekaligus memperkuat solidaritas profesi. Dari tempat-tempat yang dikunjungi, lahir ide-ide segar yang kemudian dituangkan menjadi karya jurnalistik yang informatif, inspiratif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Wisata akhirnya bukan hanya menjadi pelepas penat setelah rutinitas peliputan yang padat, tetapi juga menjadi ruang belajar yang menyenangkan. Setiap destinasi menyimpan cerita, setiap perjumpaan menghadirkan pelajaran, dan setiap perjalanan meninggalkan pengalaman yang memperkaya wawasan.

Pada akhirnya Minggu, 26 Juni 2026 perjalanan berakhir, wartawan yang terus meningkatkan kapasitasnya akan lebih siap menghadapi tantangan zaman. Sebab, jurnalisme yang kuat lahir dari insan pers yang terus belajar, terbuka terhadap pengalaman baru, serta mampu melihat dunia dengan sudut pandang yang lebih luas.

Belajar dalam perjalanan, menguatkan kompetensi, dan pulang membawa inspirasi untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas. Semoga. [Rapian]