MediaKontras.id | Guru Besar IAIN Langsa, Prof. Dr. Mohd Nasir, MA, memaparkan capaian penelitian bertajuk “Etnopedagogi, Ekoteologi Islam, dan Pendidikan Lingkungan” dalam kegiatan monitoring dan review pelaksanaan program Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama Republik Indonesia.
Penelitian tersebut merupakan bagian dari program riset nasional yang memperoleh pembiayaan melalui skema MoRA The Air Funds. Kegiatan monitoring dan review tahap awal ini dilaksanakan di Cafe Kopi Kita, Langsa, Rabu, 9 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, tim peneliti mendapatkan penilaian dan masukan dari reviewer Prof. Dr. Phil. Saiful Akmal, MA, Guru Besar Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
Dalam pemaparannya Mohd Nasir mengatakan, penelitian tersebut diarahkan untuk mengkaji integrasi antara nilai-nilai Islam, pengetahuan ekologi lokal, dan praktik pendidikan di pesantren. Integrasi ketiga aspek itu diharapkan dapat memperkuat pembentukan karakter ekologis santri sekaligus mendorong terwujudnya konsep pesantren hijau.
“Penelitian ini ingin melihat bagaimana nilai Islam, pengetahuan ekologi lokal, serta praktik pendidikan pesantren dapat diintegrasikan untuk melahirkan santri yang memiliki karakter ekologis dan mendukung terwujudnya pesantren hijau,” kata Nasir.
Menurut dia, kegiatan monitoring juga menjadi bagian penting untuk mengevaluasi perkembangan penelitian. Tim peneliti memaparkan sejumlah aspek, mulai dari capaian penelitian, kendala yang dihadapi, potensi risiko, alternatif solusi, hingga rencana kegiatan penelitian pada tahap berikutnya.
Penelitian sejauh ini dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Bireuen, Aceh, dan Lombok, Nusa Tenggara Timur. Tim berupaya memetakan praktik pendidikan lingkungan serta pengetahuan lokal yang dapat dipertemukan dengan nilai-nilai ekoteologi Islam dalam kehidupan pesantren dan masyarakat.
Pada bagian lain Nasir berharap proses review dapat memberikan masukan yang konstruktif untuk memperkuat kualitas penelitian.“Kami mengharapkan masukan dan arahan dari Prof. Saiful Akmal sehingga penelitian ini dapat berjalan lebih baik, baik dari sisi metodologi, pelaksanaan di lapangan, maupun luaran penelitian,” ujarnya.
Dorong Dosen Terlibat Riset Nasional
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Langsa, Prof. Zulkarnain, MA, menyambut positif pelaksanaan riset tersebut.
Ia berharap keberhasilan tim yang di pimpin Prof Nasir ini dalam mengikuti program riset tingkat nasional dapat menjadi motivasi serta dorongan bagi dosen-dosen IAIN Langsa lainnya untuk semakin aktif mengembangkan penelitian yang kompetitif.
Menurut Zulkarnain, keterlibatan dosen dalam skema penelitian nasional tidak hanya penting bagi pengembangan kapasitas akademik peneliti, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap kemajuan institusi.
Ia berharap hasil penelitian yang dilakukan para dosen tidak berhenti pada publikasi akademik, tetapi dapat memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Kami berharap semakin banyak dosen IAIN Langsa yang mengikuti jejak Prof. Nasir untuk terlibat dalam riset tingkat nasional. Hal ini tentu akan memberikan dampak bagi kemajuan IAIN Langsa, sekaligus menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Zulkarnain.
Penelitian Dilanjutkan ke Bogor
Nasir menjelaskan, penelitian tersebut akan dilanjutkan pada tahun kedua dengan kegiatan lapangan di Bogor, Jawa Barat. Tahapan lanjutan itu akan digunakan untuk memperkuat dan memperluas data penelitian dari berbagai konteks sosial, budaya, dan pendidikan.
Tim peneliti yang terdiri dari Prof. Dr. Mohd Nasir, MA, Dr. Azizah Hanum, MA, dan Yogi Febriandi, M.Sos. nantinya akan menindaklanjuti berbagai catatan dan rekomendasi yang diberikan reviewer, khususnya berkaitan dengan penguatan luaran penelitian.
Selain menghasilkan temuan akademik, penelitian diharapkan mampu memberikan rekomendasi yang dapat diterapkan dalam pengembangan pendidikan lingkungan berbasis pesantren, pengetahuan lokal, dan nilai-nilai Islam.
Kegiatan monitoring dan review tersebut turut dihadiri Sekretaris LPPM IAIN Langsa serta sejumlah dosen IAIN Langsa, sebagai bagian untuk meningkatkan minat penelitian bagi para dosen. [ian]

