Ketua II PB PII Yusuf Wicaksono Tekankan Transformasi Pelajar di Era AI pada Refleksi Hari Bangkit ke-79 PII

Suasana Refleksi Hari Bangkit ke-79 PII dan Simposium Pendidikan yang menghadirkan Ketua II PB PII Bidang PPO, Yusuf Wicaksono, di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Jumat (8/5/2026).

Ketua II PB PII Yusuf Wicaksono Tekankan Transformasi Pelajar di Era AI pada Refleksi Hari Bangkit ke-79 PII

Suasana Refleksi Hari Bangkit ke-79 PII dan Simposium Pendidikan yang menghadirkan Ketua II PB PII Bidang PPO, Yusuf Wicaksono, di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Jumat (8/5/2026).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

Refleksi Hari Bangkit ke-79 PII dan Simposium Pendidikan

Palembang, MediaKontras.id | Pelajar Islam Indonesia (PII) menggelar kegiatan Refleksi Hari Bangkit ke-79 yang dirangkaikan dengan Simposium Pendidikan di Rumah Dinas Wali Kota Palembang. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk membahas arah pendidikan dan peran pelajar dalam menghadapi tantangan zaman, khususnya di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Dalam forum tersebut, narasumber yang juga Ketua II Bidang Pembinaan dan Pengembangan Organisasi (PPO) Pengurus Besar PII, Yusuf Wicaksono, menegaskan pentingnya pelajar untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan nilai dan karakter.

“Pelajar hari ini harus mampu menyeimbangkan diri dengan perkembangan AI, bersahabat dengan teknologi, serta memanfaatkan kecanggihan secara bijak untuk kemajuan pendidikan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa PII sebagai organisasi kader harus terus bergerak secara transformatif dalam membentuk pelajar yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.

“PII harus menjadi wadah yang melahirkan pelajar yang transformatif, intelektual, dan berjiwa kepemimpinan. Hal ini penting agar mampu menjawab berbagai persoalan pendidikan yang semakin kompleks,” tambahnya.

Kegiatan ini diikuti oleh pelajar, kader PII, serta berbagai elemen pendidikan yang turut berdiskusi mengenai tantangan dan solusi pendidikan ke depan. Simposium ini juga menjadi momentum reflektif untuk memperkuat peran pelajar sebagai agen perubahan dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir gagasan dan komitmen bersama dalam mendorong transformasi pendidikan di Indonesia, sejalan dengan semangat PII Berilmu, Berakhlak, dan Berjuang untuk Peradaban.

Topik