Banda Aceh, MediaKontras.id | Partai Nanggroe Aceh (PNA) memasuki babak baru. Kongres II PNA yang berlangsung di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Minggu (9/8/2026), menetapkan Misbahul Munir atau yang akrab disapa Rahul sebagai Ketua Umum PNA periode 2026–2031.
Penetapan Rahul sebagai Ketua Umum PNA dilakukan setelah dirinya menjadi satu-satunya calon yang mendaftarkan diri dalam proses pemilihan ketua umum. Keputusan tersebut ditetapkan melalui mekanisme dan kesepakatan yang berlaku dalam Kongres II PNA.
Ketua Pelaksana Kongres II PNA, Tgk Nurdin Ramli, mengatakan seluruh rangkaian kongres berjalan dengan lancar dan sukses. Penetapan ketua umum baru juga telah dilakukan sesuai aturan serta kesepakatan peserta kongres.
“Rahul merupakan satu-satunya calon yang mendaftar sebagai Ketua Umum PNA. Penetapan dilakukan sesuai aturan dan kesepakatan dalam Kongres II PNA,” ujar Nurdin.
Kongres II PNA dihadiri sekitar 700 peserta yang berasal dari jajaran pengurus DPP, DPW, dan DPC PNA dari kabupaten/kota di Aceh. Selain kader dan pengurus partai, kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tamu undangan.
Nurdin berharap terpilihnya kepengurusan baru melalui Kongres II PNA dapat menjadi momentum untuk mengakhiri berbagai persoalan dan konflik internal yang selama ini terjadi di tubuh partai.
“Soliditas internal menjadi hal penting bagi PNA untuk menghadapi agenda politik dan memperkuat kembali konsolidasi partai di seluruh Aceh,” cetusnya.
Selain menetapkan ketua umum, Kongres II PNA juga membahas sejumlah agenda strategis, termasuk usulan perubahan nama dan lambang partai. Pembahasan tersebut berkaitan dengan ketentuan electoral threshold atau ambang batas yang menjadi bagian dari evaluasi partai setelah pelaksanaan pemilu sebelumnya.
Dalam kongres, muncul sejumlah usulan nama baru untuk PNA, di antaranya Partai Nasionalis Aceh, Partai Nusantara Aceh, dan Partai Naungan Aceh. Namun, usulan tersebut menjadi bagian dari pembahasan internal kongres.
Sementara untuk lambang partai, terdapat usulan perubahan berupa penambahan garis berwarna putih pada bagian pinggir logo.
Nurdin Ramli berharap, Kongres II PNA menjadi momentum konsolidasi bagi seluruh jajaran partai sekaligus memperkuat persatuan internal.
“Dengan terpilihnya Rahul sebagai Ketua Umum PNA periode 2026-2031, PNA kini memasuki fase baru untuk membangun organisasi yang lebih solid dan menghadapi dinamika politik Aceh ke depan,” tutupnya.
Dengan terpilihnya Rahul sebagai Ketua Umum PNA periode 2026–2031, PNA kini menghadapi fase baru. Konsolidasi internal, penguatan struktur organisasi, serta strategi menghadapi dinamika politik Aceh menjadi tantangan utama kepengurusan mendatang.






