MediaKontras.id | Aksi nekat dilakoni seorang terpidana mati kasus narkotika, Muhammad Yacob alias Acob, berhasil melarikan diri dengan cara memanjat tembok setinggi 10 meter dan berhasil kabur dari Lapas Narkotika Kelas II B Langsa, Senin 19 Oktober 2026 menjelang salat Subuh.
Dimana Acob diduga kabur dengan menjebol terali besi ruang isolasi sebelum melewati tembok lapas setinggi sekitar 10 meter menggunakan tali.
Informasi lain juga menyebutkan Acob diduga kabur setelah sebelumnya merusak jendela sel di lapas tersebut menggunakan gergaji besi yang telah dipersiapkannya.
Acob diduga kabur menjelang waktu salat Subuh karena sekitar pukul 04.00 WIB, ia masih terlihat berada di dalam sel tahanan Lapas Narkotika Kelas IIB Langsa.
Diketahaui bahwa Lapas khusus narapidana narkotika tersebut berada di Jalan Medan–Banda Aceh, tepatnya di Gampong Sungai Lueng, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa.
Sementara itu, petugas lapas atau sipir baru mengetahui Acob kabur pada pagi harinya, saat melihat sel tahanan yang selama ini ditempatinya seorang diri sudah kosong.
Info lainya yang diterima wartawan menyebutkan bahwa M. Yakob selama ini didiagnosis mengalami penyakit tuberkulosis (TBC). Karena itu, ia ditempatkan seorang diri di sel tahanan khusus untuk menghindari penularan penyakit TB paru yang dialaminya.
Saat dilakukan pengecekan ke lokasi, diketahui bahwa setelah berhasil merusak jendela besi sel tahanan, Acob yang memiliki postur tubuh kurus dan kecil masuk ke gorong-gorong atau saluran air, kemudian merusak besi yang telah keropos.
Selanjutnya, ia memanjat tembok tinggi di samping Lapas Narkotika Kelas IIB Langsa, mengarah ke Jalan Medan–Banda Aceh, menggunakan tali tambang besar yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Terpisah, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Langsa, Anggit Yongki Setiawan, membenarkan peristiwa teesebut, Selasa, 20 Oktober 2026 malam
“Benar, Muhammad Yacob alias Acob melarikan diri dari lapas. Yang bersangkutan menderita TBC dan sedang menjalani isolasi,” kata Anggit.
Menurutnya, Yacob dalam kondisi kurus dengan berat badan sekitar 45 kilogram akibat penyakit yang dideritanya. Namun, kondisi tersebut tidak menghalanginya untuk melarikan diri.
Hasil pemeriksaan awal menemukan terali besi yang dijebol serta tali di bagian dalam dan luar tembok lapas.
“Tim sudah dibentuk dan kami berkoordinasi dengan Polres serta Polsek setempat. Penelusuran juga dilakukan terhadap keluarga Yacob,” tandasnya. [ian]

