Lewati ke konten

PAPPRI Langsa Gaungkan Semangat Berkarya, Talenta Muda Unjuk Bakat di Panggung Seni

Rapian Rapian 8 November 2026 · 13:25 WIB
Bagikan
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID
Gabung

MediaKontras.id | Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Kota Langsa gaungkan semangat berkarya sebagai wujud melestarikan budaya sekaligus mendorong kreativitas generasi muda melalui kegiatan bertajuk “Semangat Pemuda Warisan Pahlawan: The Beginning 2026”, di Station Coffee Premium Langsa, Minggu, 8 November 2026.

PAPPRI Kota Langsa berkolaborasi Svarakriti menghadirkan beragam perlombaan dan pertunjukan seni yang melibatkan anak-anak, remaja hingga generasi muda.

Mengusung tema “Dari Masa Lalu untuk Masa Depan, Langsa Berkarya Semangat Juara”, kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan bakat, mengembangkan kreativitas sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya bangsa.

Ketua PAPPRI Kota Langsa, Wieke Liyendawari, SE, MM, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya menghadirkan ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri, khususnya di bidang seni musik, fashion dan kreativitas.

Menurut Wieke, generasi muda perlu diberikan kesempatan dan dukungan untuk menunjukkan kemampuan mereka melalui berbagai kegiatan yang produktif dan edukatif.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap generasi muda memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan kreativitas serta menumbuhkan semangat berkarya demi masa depan,” ujar Wieke.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota Langsa beserta Ibu Wali Kota atas dukungan terhadap perkembangan seni dan kreativitas di Kota Langsa.

Menurutnya, di bawah kepemimpinan saat ini, geliat seni di Kota Langsa mulai kembali tumbuh dan mendapatkan ruang untuk berkembang.

Wieke turut menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan seluruh sponsor yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana. Ia menyebut dukungan berbagai pihak merupakan bagian penting dalam menyukseskan kegiatan yang mengangkat kreativitas generasi muda tersebut.

Dalam kegiatan ini, panitia menghadirkan empat kategori perlombaan, yakni Solo Dangdut Competition, Solo Non-Dangdut Competition, Fashion Show Anak dan Remaja, serta Lomba Mewarnai untuk kategori TK/PAUD hingga sekolah dasar.

Untuk kategori Solo Dangdut, kompetisi terbuka bagi peserta berusia 12–25 tahun dengan kuota 15 orang. Sementara Solo Non-Dangdut diperuntukkan bagi peserta berusia 5–17 tahun dengan kuota 30 orang. Kedua kategori tersebut masing-masing menyediakan total hadiah sebesar Rp4,5 juta.

Selanjutnya, Fashion Show menghadirkan dua kategori, yakni anak-anak dengan tema Casual Muslim Full Color dan remaja bertema Casual Muslim Ethnic Nusantara. Masing-masing kategori menyediakan kuota 20 peserta dengan total hadiah gabungan sebesar Rp6,4 juta.

Sementara itu, Lomba Mewarnai dibuka untuk kategori TK/PAUD usia 4–6 tahun dan siswa SD kelas 1–4 usia 6–10 tahun. Perlombaan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengasah imajinasi, kreativitas serta keberanian mengekspresikan diri melalui warna.

Wieke berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan kegiatan tersebut sebagai pengalaman berharga dalam mengembangkan kemampuan.

Ia menegaskan, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi dan hiburan, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem seni dan kreativitas yang melibatkan berbagai kalangan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang kreativitas yang menggabungkan seni, budaya, pendidikan dan hiburan dalam satu rangkaian acara. Harapannya, akan lahir talenta-talenta muda Langsa yang mampu berkarya dan berprestasi,” tandasnya. [ian]

Bagikan