Lewati ke konten

Qaisal Ridha Putra Aceh Utara Lolos Final MTQ Nasional XXXI

Redaksi 16 September 2026 · 22:04 WIB
Bagikan
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID
Gabung

MediaKontras.id | Qaisal Ridha, putra Aceh Utara yang mewakili Provinsi Aceh, berhasil menorehkan capaian membanggakan pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026.

 

Qaisal yang tampil pada cabang Seni Kaligrafi Al-Qur’an golongan Kaligrafi Digital Putra berhasil menempati posisi ketiga pada babak sebelumnya dan memastikan langkahnya berlanjut ke babak final.

 

Berdasarkan hasil penilaian, Qaisal yang tampil dengan nomor peserta 534 memperoleh nilai 94,25. Hasil tersebut menempatkan wakil Aceh itu di posisi ketiga dalam persaingan dengan peserta terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.

 

Posisi pertama ditempati Defri Dwi Saputra dari Kalimantan Timur dengan nilai 95,17, sementara posisi kedua diraih Ari Saputra Ramadhani dari Sumatera Barat dengan nilai 94,58.

 

Selisih nilai yang cukup tipis di antara tiga peserta teratas menunjukkan ketatnya persaingan pada cabang Kaligrafi Digital Putra. Qaisal kini kembali mempersiapkan diri untuk menghadapi babak final dan memberikan penampilan terbaik bagi Provinsi Aceh.

 

Qaisal mengaku bersyukur atas hasil yang diraih. Menurutnya, keberhasilan masuk tiga besar dan melaju ke babak final menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas penampilan.

 

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa berada di posisi ketiga dan melaju ke babak final. Hasil ini menjadi motivasi bagi saya untuk tampil lebih baik lagi. Mohon doa dari seluruh masyarakat Aceh agar pada babak final nanti saya bisa memberikan hasil terbaik dan membawa nama Aceh semakin harum di tingkat nasional,” ujar Qaisal.

 

Selain berfokus menghadapi babak final, Qaisal berharap capaian tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan seni kaligrafi Al-Qur’an di Aceh secara menyeluruh.

 

Menurutnya, pembinaan tidak hanya perlu difokuskan pada Kaligrafi Digital, tetapi juga mencakup seluruh cabang kaligrafi, seperti Naskah, Hiasan Mushaf, Dekorasi, Kontemporer, dan Digital.

 

“Ke depan saya berharap ada upaya yang lebih serius untuk menghadirkan pelatihan dan pembinaan seluruh cabang kaligrafi di Aceh, mulai dari Naskah, Hiasan Mushaf, Dekorasi, Kontemporer hingga Digital. Pembinaan ini idealnya tidak hanya dilakukan di tingkat provinsi, tetapi juga dikembangkan sampai ke setiap kabupaten dan kota,” kata Qaisal.

 

Ia menilai Aceh memiliki potensi besar untuk melahirkan lebih banyak kaligrafer muda berprestasi. Potensi tersebut, menurutnya, perlu didukung dengan pembinaan yang terarah, berkelanjutan, serta melibatkan pelatih yang memiliki kapasitas pada masing-masing cabang.

 

“Potensi anak-anak muda Aceh sangat besar. Kalau pembinaannya dilakukan secara rutin dan merata, saya yakin akan lahir lebih banyak kaligrafer Aceh yang mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional, bahkan internasional,” lanjutnya.

 

Qaisal juga menilai perkembangan teknologi memberikan ruang baru bagi seni kaligrafi Al-Qur’an, khususnya melalui cabang Kaligrafi Digital yang semakin dekat dengan kreativitas generasi muda.

 

“Kaligrafi Digital bukan hanya berbicara tentang seni, tetapi juga bagaimana generasi muda mampu memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an melalui karya yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Namun, pembinaan cabang kaligrafi lainnya juga harus terus berjalan agar regenerasi kaligrafer Aceh tetap terjaga,” tambah Qaisal.

 

Sementara itu, pelatih Qaisal, Ustaz Zulfikar, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari proses latihan dan persiapan yang telah dijalani. Meski berhasil berada di posisi tiga besar, ia mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai karena masih ada babak final yang harus dihadapi.

 

“Alhamdulillah, hasil sementara ini patut kita syukuri. Qaisal sudah berusaha maksimal dan mampu bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai provinsi. Namun perjuangan belum selesai. Kami akan melakukan evaluasi dan mempersiapkan babak final sebaik mungkin,” ujar Ustaz Zulfikar.

 

Menurutnya, hal terpenting menjelang final adalah menjaga konsentrasi, ketenangan, dan kesiapan Qaisal agar mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya saat perlombaan.

 

“Bagi kami, lolos ke final bukan hanya soal mengejar juara, tetapi bagaimana Qaisal mampu menunjukkan karya terbaiknya dan membawa nama Aceh dengan penuh tanggung jawab. Insyaallah, kami akan berjuang sampai akhir,” ungkapnya.

 

Keberhasilan Qaisal Ridha melaju ke final Kaligrafi Digital Putra menjadi kebanggaan tersendiri bagi Aceh, khususnya masyarakat Aceh Utara. Dukungan dan doa masyarakat diharapkan dapat menjadi tambahan semangat bagi Qaisal untuk tampil maksimal pada babak final dan mempersembahkan hasil terbaik bagi Provinsi Aceh.

Topik
Bagikan