Universitas Samudra Wisuda 454 Sarjana dan Program Magister

Rektor Universitas Samudra, Prof. Dr. Ir. Hamdani, saat wisuda 454 Program Magister dan Sarjana, di Aula Gedung Multiguna Unsam, Selasa, 12 Mei 2026. Foto/ist.

Universitas Samudra Wisuda 454 Sarjana dan Program Magister

Rektor Universitas Samudra, Prof. Dr. Ir. Hamdani, saat wisuda 454 Program Magister dan Sarjana, di Aula Gedung Multiguna Unsam, Selasa, 12 Mei 2026. Foto/ist.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

Orasi Ilmiah Bupati Aceh Timur : Pentingnya Pembentukan Karakter, Kompetensi, dan Literasi

MediaKontras.id  Universitas Samudra (Unsam) wisuda sebanyak 454 Sarjana untuk periode I tahun 2026 dan Program Magister, di Aula Gedung Multiguna Unsam, Selasa, 12 Mei 2026.

Prosesi wisuda dibuka oleh Ketua Senat Unsam, Dr. Ir. M. Amin, ST, MT, pada Sidang Terbuka Senat Universitas. Sedangkan Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Drs. Muhammad Natsir, SH, MH, melaporkan sebanyak 454 wisudawan resmi dikukuhkan pada periode ini, terdiri atas 7 lulusan Program Magister dan 447 lulusan Program Sarjana.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 41 lulusan berhasil meraih predikat pujian dan adapun rincian lulusan berdasarkan fakultas meliputi:

– Fakultas Hukum Program Magister: 7
– Fakultas Hukum Program Sarjana: 50
– Fakultas Ekonomi dan Bisnis: 41
– Fakultas Pertanian: 75
– Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan: 154 dan
– Fakultas Sains dan Teknologi: 127.

Dr. Natsir menjelaskan seluruh lulusan telah memenuhi standar akademik sesuai ketentuan nasional pendidikan tinggi dan regulasi internal universitas.

“Capaian ini tidak hanya menggambarkan keberhasilan individual mahasiswa, tetapi juga mencerminkan kualitas sistem akademik yang dibangun dan dijalankan Universitas Samudra secara konsisten,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Unsam juga memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik. Untuk Program Magister, penghargaan diberikan kepada Devi Marlina Been dari Fakultas Hukum dengan IPK 3,90.

Sementara lulusan terbaik Program Sarjana diraih oleh:
1. Afriliani – Fakultas Hukum (IPK 3,82)
2. Sri Wulandari Rambe – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (IPK 3,79)
3. Della Puspita Sari – Fakultas Pertanian (IPK 3,77)
4. Hasbi Assidiqi Nasution – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IPK 3,94)
5. Imam Muzzikra – Fakultas Sains dan Teknologi (IPK 3,88)

Rektor Universitas Samudra, Prof. Dr. Ir. Hamdani, MT, menegaskan bahwa wisuda bukan akhir dari proses pendidikan, melainkan awal pengabdian di tengah masyarakat.

“Gelar akademik yang saudara sandang bukan hanya simbol keberhasilan intelektual, tetapi amanah moral untuk membawa ilmu pengetahuan demi kemajuan umat dan bangsa,” terangnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Unsam berdiri berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2013 sebagai bagian dari pemerataan akses pendidikan tinggi di Aceh, khususnya wilayah timur.

Pun demikian, Rektor mengungkapkan bahwa pada awal tahun 2026 Unsam telah menandatangani kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terkait pemanfaatan Gedung Magnet School sebagai sarana perkuliahan bagi mahasiswa asal Aceh Timur.

“Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mendekatkan layanan pendidikan tinggi kepada masyarakat. Ini menjadi bukti nyata bahwa Unsam terus membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi masyarakat Aceh,” ujarnya.

Orasi ilmiah oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, Selasa, 12 Mei 2026. Foto/ist.

—Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, SHI, MSi —-

Sementara dalam orasi ilmiahnya, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, menegaskan bahwa para wisudawan dihadapkan pada tantangan dunia kerja dan perkembangan teknologi di masa depan. Ia menekankan pentingnya pembentukan karakter, kompetensi, dan literasi di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

“Setelah menjadi sarjana, bukan lagi berpikir mau jadi apa, tetapi mau membuat apa. Di situlah lahir generasi hebat yang mampu membuka peluang dan menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Al-Farlaky penuh semangat.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). “Kita tidak perlu terpukau dengan masa lalu, tetapi harus mempersiapkan diri menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Teknologi harus digunakan secara bijak,” ucap Al-Farlaky yang kerab disebut Bupati Garang itu.

Sedangakan, Afriliani yang mewakili para wisudawan lainnya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas perjalanan pendidikan bersama Unsam. apresiasi kepada dosen dan orang tua atas dukungan selama masa pendidikan.

“Hari ini Unsam menunjukkan kualitasnya. Unsam bukan hanya tempat belajar, tetapi tempat yang membentuk kami untuk mampu bersaing dan memberi arti , Berdirinya kami di sini hari ini adalah hasil doa yang tidak pernah putus, pengorbanan yang tidak dapat dihitung, dan kasih sayang yang selalu mengiringi langkah kami” ungkapnya penuh haru.

Dengan semangat kolaborasi, pemerataan pendidikan, dan penguatan kualitas sumber daya manusia, Universitas Samudra berharap para lulusan mampu menjadi generasi unggul yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga adaptif menghadapi perubahan zaman, berintegritas, serta mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Wisuda ini menjadi momentum lahirnya insan-insan muda Aceh yang siap melangkah membawa ilmu, menciptakan inovasi, dan mengabdikan diri demi kemajuan daerah, bangsa, dan masa depan Indonesia yang lebih baik. [ian]